Jakarta (Humas MAN 9) — Dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pengembangan kegiatan ko-kurikuler di lingkungan madrasah, MAN 9 Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum dengan tema “Optimalisasi Pembelajaran Mendalam dan Pengembangan Kegiatan Ko-Kurikuler.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MAN 9 Jakarta Timur serta guru – guru dari KKM 9 yaitu MAS Az-Ziyadah, MAS Al Jauhariah, MAS Persis 69, dan MAS Al Falah Klender. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, Senin-Selasa, 10-11 November 2025 di Aula MAN 9 Jakarta.
Acara diawali oleh Artati Ismailia, S.E., M.Ak., Pengawas Madrasah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya memahami kembali konsep pembelajaran mendalam (Deep Learning) bagi siswa. Beliau mengingatkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami, mengaitkan, dan menerapkan pengetahuan secara bermakna dalam kehidupan nyata.
Sesi berikutnya diisi oleh Rahmat Hidayat, S.Sos, M.Pd, selaku narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dalam pemaparannya, beliau membedah secara komprehensif konsep pembelajaran mendalam mulai dari penulisan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga pemahaman terhadap berbagai aturan yang melandasinya.
Para guru mendapatkan penjelasan mendetail mengenai proses pembelajaran, termasuk pemaknaan tiap tingkat dalam Taksonomi Bloom, serta perbedaan antara kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik agar lebih terarah dalam merancang kegiatan belajar yang berpusat pada siswa.
Narasumber kedua, Bapak Dr. Supadi, M.Pd., menyampaikan materi tentang regulasi di Kementerian Agama serta berbagai aspek yang berkaitan dengan teacher performance. Beliau menjelaskan komponen-komponen penting yang perlu diperhatikan guru, meliputi professional knowledge, instructional planning, instructional delivery, assessment formatif dan sumatif, learning environment, professionalism, serta student academic progress. Materi ini memberikan penguatan terhadap profesionalisme guru dalam menjalankan peran sebagai pendidik yang kompeten dan reflektif.
Pada hari kedua, kegiatan workshop dilanjutkan kembali bersama Bapak Rahmat Hidayat. Beliau mengajak peserta untuk memperdalam pemahaman terkait modul intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler. Guru-guru diajak untuk mempraktikkan tahapan penyusunan modul intrakurikuler secara sistematis, kemudian mengaitkannya dengan kegiatan ko-kurikuler agar pembelajaran di madrasah menjadi lebih terpadu dan bermakna bagi peserta didik.
Melalui workshop ini, diharapkan para peserta workshop, khususnya guru di MAN 9 Jakarta Timur semakin mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara optimal, menciptakan pembelajaran yang mendalam, serta mengembangkan kegiatan ko-kurikuler yang relevan dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik./snr