Jakarta (Humas MAN 9) — Tim Adiwiyata MAN 9 Jakarta Timur berkesempatan mengunjungi Tempat Penampungan Sementara (TPS) PPSU RW.11, Jalan Laut Banda, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (17/9). Kunjungan dipimpin PJ Adiwiyata, Natalia Rumanti, bersama perwakilan kader pokja komposting, bank sampah, kebersihan, publikasi, serta perwakilan caraka dan keamanan madrasah.
Rombongan membawa sampah plastik dan kardus yang bisa didaur ulang, sekaligus belajar langsung tentang bagaimana sampah diolah di tingkat lingkungan. Petugas PPSU RW 11 menjelaskan bahwa alur pengelolaan dimulai dari pengumpulan sampah dari lingkungan sekitar. Setiap hari sampah dikumpulkan dan dibawa ke TPS. Setelah itu, petugas melakukan pemilahan. Sampah organik seperti daun, sisa makanan, dan ranting dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik, kardus, botol, dan logam. Sampah residu yang tidak bisa dimanfaatkan akan diangkut ke tempat pengolahan akhir.
Yang menarik, TPS ini tidak sekadar menampung. Sampah organik, terutama daun kering dari lingkungan sekitar, diolah menjadi kompos. Prosesnya sederhana namun konsisten. Daun-daun yang terkumpul dicacah secara kasar, lalu ditumpuk di tempat yang sudah ditentukan. Petugas memastikan tumpukan tidak terlalu padat agar udara tetap masuk. Secara berkala, daun dibolak-balik dan disiram bila terlalu kering agar kelembapan terjaga. Setelah kurang lebih satu hingga dua bulan, daun yang semula kering berubah menjadi kompos berwarna hitam kecokelatan dengan tekstur remah, siap dipakai untuk menyuburkan tanaman. Kompos ini dimanfaatkan kembali untuk penghijauan di sekitar TPS dan taman RW.
Sementara itu, sampah anorganik tidak semuanya dibuang. Barang-barang bekas beberapa dimanfaatkan kembali. Ban kendaraan yang sudah tidak terpakai dibersihkan, lalu disusun menjadi pot tanaman. Hasilnya tidak hanya fungsional tetapi juga memperindah lingkungan. Botol galon mineral bekas pun dipotong dan diubah menjadi wadah tanam untuk sayuran atau tanaman hias kecil. Dengan cara ini, barang yang tadinya dianggap limbah mendapat “kehidupan baru” sekaligus mendukung program penghijauan.
“Melalui praktik nyata ini, Tim Adiwiyata MAN 9 JT mendapat pelajaran penting bahwa pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bisa juga dilakukan mulai dari rumah dan sekolah atau madrasah.” Ujar Natalia. “TPS PPSU RW.11 Duren Sawit menunjukkan bahwa dengan pemilahan yang benar, sampah bisa berkurang, lingkungan lebih bersih, dan barang bekas bisa menjadi sarana kreatif yang bermanfaat,” imbuhnya.