Jakarta (Humas MAN 9) — Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2025 sukses mencapai puncaknya dengan acara penganugerahan medali yang meriah di Jakarta International Expo, Kemayoran pada Sabtu (11/10). Keberhasilan ajang bergengsi ini tak lepas dari kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta, yang menempatkan madrasah sebagai garda terdepan pencetak generasi multitalenta dengan pemahaman ekonomi syariah.
JMC 2025 merupakan rangkaian acara dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Bank Indonesia. Kolaborasi ini disebut sebagai sinergi yang sangat baik, sebab mampu mengintegrasikan pendidikan umum dan keagamaan dengan isu-isu vital pembangunan bangsa, salah satunya adalah pengembangan ekonomi syariah.
Integrasi Ekonomi Syariah dalam Kompetisi Madrasah
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dr. Rifki Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan mereka dalam JMC sejalan dengan misi besar BI untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang didasarkan pada tiga pilar utama:
1. Industri Halal: Mencakup rantai nilai halal, termasuk makanan, minuman, dan pakaian Islami.
2. Keuangan Syariah: Menekankan pentingnya muamalah halal dan berkah.
3. Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah: Meningkatkan pemahaman masyarakat, dimulai dari siswa madrasah, tentang keuangan dan ekonomi syariah untuk mendorong Halal Lifestyle.
“Kegiatan ini adalah kegiatan kita bersama. Misinya adalah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah… Kami berharap bisa bekerjasama lagi tahun depan dan lebih baik lagi,” ujar Dr. Rifki Ismail, menegaskan komitmen mereka.
Program Kolaboratif yang Multitalenta
Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Abdullah Faqih menilai bahwa JMC menjadi bukti bahwa program pemerintah harus dilakukan secara kolaboratif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun substansi. JMC 2025 tidak hanya fokus pada bidang keagamaan dan sains, tetapi juga mencakup riset, seni, olahraga, dan robotik.
Faqih berharap, kolaborasi ini akan terus berkelanjutan (sustainable) dan diperluas menjadi model pentahelik—melibatkan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
“Kami juga berharap kolaborasi ditingkatkan dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) agar hasil lomba JMC dapat diakui secara nasional dan memberikan manfaat maksimal bagi jalur pendidikan siswa,” tambahnya.
Mengakhiri acara, Faqih berpesan agar para siswa madrasah terus mengasah diri dengan growth mindset dan tidak cepat berpuas diri, karena era kompetitif menuntut mereka untuk menjadi pembelajar sejati.