Perkuat Kualitas Pendidik, MAN 9 Jakarta Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Jakarta (Humas MAN 9) — Dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan dan proses pembelajaran di madrasah, MAN 9 Jakarta Timur menyelenggarakan Workshop Kurikulum bertajuk “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam” selama dua hari, Kamis–Jumat, 30–31 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini tidak hanya diiku oleh seluruh pendidik MAN 9 Jakarta, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan guru dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 9 Jakarta Timur, melipu MA Az-Ziyadah, MA Al Falah, MA PERSIS 69, dan MA Al Jauhariyah.

Rangkaian acara dibuka langsung oleh Kepala MAN 9 Jakarta Timur, Hj. Prames Indraningsih, M.Pd. Dalam pengarahannya, beliau menekankan pentingnya pendidik untuk terus bertransformasi dan menghadirkan suasana belajar yang penuh kasih sayang serta bermakna bagi para murid. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar jargon, melainkan pendekatan spiritual dan emosional agar setiap proses belajar mengajar di madrasah mampu menyentuh hatiserta mengopmalkan potensi peserta didik,” tutur Pramesti dalam sambutannya.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi kebijakan oleh Pengawas Madrasah DKI Jakarta, Hj. Artati Ismailia, M.Pd. Beliau membedah Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 736 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah. Dalam sesi ini, Artati memberikan penjelasan mendalam terkait mekanisme dan penataan teknis pembagian beban jam pelajaran bagi guru madrasah agar senantiasa proporsional, adil, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku.

Sesi inti penyusunan kurikulum dibimbing langsung oleh Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) DKI Jakarta, H. Djamaluddin, M.Pd. Pada hari pertama ini, beliau memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.

Memasuki hari kedua, Jumat (31/7), workshop berfokus pada pendampingan teknis dan praktik langsung. H. Djamaluddin, M.Pd. memandu para peserta secara step by step dalam menyusun dokumen RPM. Beliau menekankan tiga prinsip utama Kurikulum Berbasis Cinta yang harus tertuang dalam rencana pembelajaran, yaitu:

1. Meaningful (Bermakna): Pembelajaran yang terhubung langsung dengan kehidupan nyata siswa dan nilai-nilai keagamaan.

2. Joyful (Membahagiakan): Suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan bebas dari tekanan yang inmidatif.

3. Mindful (Penuh Kesadaran): Mendorong fokus, refleksi, serta keterlibatan ak f siswa dalam se ap proses penalaran.

Setelah sesi penyusunan mandiri dan kelompok, acara dilanjutkan dengan sesi presentasi RPM per wakil rumpun mata pelajaran (Rumpun MIPA, IPS, Bahasa, dan Agama). Masingmasing perwakilan memaparkan rancangan pembelajaran yang telah dibuat untuk kemudian mendapatkan masukan, tanggapan, serta penyempurnaan langsung dari narasumber dan rekan sejawat.

Sebagai bentuk luaran (output) nyata dari pelaksanaan kegiatan dua hari ini, seluruh peserta workshop—baik dari MAN 9 Jakarta maupun madrasah anggota KKM—berhasil mengumpulkan produk akhir berupa dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang siap diimplementasikan sesuai dengan mata pelajaran yang diampu masing-masing pada tahun ajaran berjalan.

Melalui sinergi antarmadrasah dalam KKM ini, diharapkan hasil dari workshop dapat diimplementasikan secara konsisten di kelas, sehingga mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul secara akademis, berkarakter kuat, serta memiliki ketahanan emosional yang dilandasi nilai-nilai kasih sayang./snr

Asisten Madrasah

Assalamu'alaikum Wr.Wb.! Ada yang bisa saya bantu tentang madrasah kami?