Jakarta, (Tim Humas JMC) – Jakarta Madrasah Competition (JMC) kembali digelar pada Jumat 27 September 2025, menghadirkan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Sebagai agenda tahunan madrasah di wilayah DKI Jakarta, JMC menjadi ruang kompetisi sekaligus ajang silaturahim antar pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan potensi siswa dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, keagamaan, hingga seni dan budaya.
Salah satu cabang yang selalu ditunggu-tunggu adalah JMC bidang seni, yang menjadi wadah ekspresi kreatif sekaligus ajang pembentukan karakter pelajar madrasah. Pada tahun ini, perlombaan seni dibagi berdasarkan tingkatan pendidikan. Untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), dilombakan kategori Solo Vocal yang menampilkan bakat suara indah dan penghayatan lagu religi dari peserta cilik. Sementara itu, tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) mempertandingkan dua cabang lomba, yaitu Solo Vocal dan Hadroh, dengan semangat kompetisi yang tidak kalah meriah. Untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA), terdapat empat cabang lomba utama yang menjadi sorotan, yakni Baca Puisi, Story Telling, Hikayah Arabiyah, dan Hadroh.
Sejak pagi, suasana penuh semangat sudah terasa. Dalam lomba baca puisi tingkat MA, para peserta membawakan karya sastra penuh makna dengan penghayatan yang menyentuh. Lomba story telling menghadirkan penampilan siswa dengan bahasa Inggris yang ekspresif, menampilkan imajinasi serta keterampilan berkomunikasi yang kuat. Hikayah arabiyah memperlihatkan kefasihan bahasa Arab peserta dengan gaya bercerita yang menginspirasi. Sementara itu, cabang hadroh di tingkat MTs maupun MA menghadirkan tabuhan rebana dan lantunan shalawat yang menggema, menambah nuansa religius dan semarak acara.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Jakarta Madrasah Competition adalah bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam seni dan budaya. Kami berharap melalui JMC, lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dalam setiap karya yang dihasilkan,” ujarnya dalam sambutan.
JMC bidang seni tidak hanya menekankan aspek kompetisi, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, penguatan budaya, serta pembinaan karakter pelajar. Dengan adanya kategori perlombaan yang menjangkau MI, MTs, dan MA, kegiatan ini menjadi ruang yang inklusif untuk setiap jenjang pendidikan.
Kegiatan ini pun menuai apresiasi dari guru, juri, hingga tamu undangan yang hadir. Mereka menilai JMC bidang seni sebagai sarana positif untuk mengekspresikan bakat, mempererat persaudaraan antar siswa, sekaligus memperkuat identitas budaya Islami. Dengan semangat yang ditunjukkan para peserta, JMC bidang seni diharapkan dapat melahirkan generasi madrasah yang unggul, berprestasi, serta memiliki kepekaan seni dan budaya yang tinggi./Delta9