Cinta kepada Diri dan Sesama

“Cinta kepada Diri dan Sesama” dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bermakna menumbuhkan kesadaran bahwa setiap diri adalah amanah Allah, sehingga harus dijaga martabatnya, dirawat potensinya, dan diperlakukan dengan kasih sayang—serta memuliakan orang lain dengan adab, empati, dan sikap adil.

Maknanya bisa diurai begini:

Cinta kepada diri

  • Menjaga kehormatan dan harga diri: percaya diri yang sehat, tidak merendahkan diri, tidak melakukan hal yang merusak diri (fisik, mental, moral).
  • Merawat tubuh dan mental: disiplin hidup sehat, mengelola emosi, mengenali batas diri, berani minta bantuan saat perlu.
  • Bertumbuh dan bertanggung jawab: mau belajar, memperbaiki kesalahan, konsisten, tidak menunda-nunda, jujur pada proses.
  • Adab pada diri sendiri: tidak mencontek/plagiasi karena itu merusak integritas diri.

Cinta kepada sesama

  • Empati dan kepedulian: mampu merasakan perspektif orang lain, peka pada kesulitan teman, suka menolong.
  • Menghormati perbedaan: menghargai latar belakang, kemampuan, pendapat; tidak memaksakan, tidak mengejek.
  • Komunikasi beradab: santun, tidak menyakiti, tidak menyebar aib/hoaks, tidak melakukan perundungan (termasuk cyberbullying).
  • Adil dan kolaboratif: mau kerja tim, berbagi peran, tidak egois, memberi ruang teman berkembang.

Kalau dikaitkan ke sekolah dan pembelajaran (termasuk Informatika), wujud nyatanya misalnya: etika digital, anti-bullying, anti-plagiasi, kerja kelompok yang adil, dan budaya saling menguatkan.

Asisten Madrasah

Assalamu'alaikum Wr.Wb.! Ada yang bisa saya bantu tentang madrasah kami?