Jakarta (OSPK MAN 9 Jakarta Timur) — Sabtu (6/12), perwakilan guru dan peserta didik MAN 9 Jakarta menghadiri kegiatan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Disabilitas Netra Internasional 2025 yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara berlangsung di Spike Airdome, PIK 2, Jakarta, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah maupun negara.
Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas netra untuk berkompetisi dalam bidang keagamaan, khususnya hafalan Al-Qur’an. Selain itu, MHQ ini menjadi sarana edukatif bagi para siswa untuk menumbuhkan empati, inspirasi, dan motivasi melalui pengalaman menyaksikan perjuangan para peserta secara langsung.
Rombongan MAN 9 Jakarta yang terdiri atas guru dan peserta didik berangkat menggunakan bus dan tiba di lokasi pada siang hari. Setibanya di tempat acara, para siswa tampak antusias menyaksikan jalannya lomba dan merasakan suasana hangat serta kondusif yang menyelimuti arena.
Meskipun MAN 9 Jakarta tidak mengirimkan peserta lomba, kehadiran rombongan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka menyaksikan secara langsung makna perjuangan, keikhlasan, dan jihad dalam menuntut ilmu agama, khususnya bagi penyandang disabilitas netra yang tetap berikhtiar menghafal Al-Qur’an meski menghadapi keterbatasan.
Salah satu peserta didik, Arieani Shakira, menyampaikan kesannya, “Saya kagum dan terinspirasi melihat saudara-saudara kita yang berjuang dan berikhtiar dalam menghafal Al-Qur’an meskipun dengan segala keterbatasan. Bagi kami yang memiliki kondisi fisik lebih sempurna, sudah seharusnya menjadi motivasi untuk lebih bersungguh-sungguh, terutama dalam konteks beragama.”
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan peserta didik MAN 9 Jakarta dapat mengambil nilai-nilai keteladanan, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat semangat dalam mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini pun menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk lebih menghargai perjuangan dan dedikasi para hafizh disabilitas netra./Pesor