Jakarta (Humas MAN 9) — Doa Menteri Agama Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Doa tersebut mengandung pesan tentang pentingnya persatuan, kepedulian terhadap sesama, serta keteguhan dalam menjalankan amanah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam doanya, Menteri Agama mengajak seluruh bangsa untuk memohon perlindungan Allah Swt. dari berbagai fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan rekayasa negatif yang dapat mengancam persatuan. Ia juga menyampaikan pentingnya sikap terbuka untuk melakukan introspeksi apabila kritik yang disampaikan benar. “Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah dan pengkhianatan. Selamatkan kami dari berbagai tipu daya dan rekayasa negatif hamba-Mu. Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka benar,” demikian doa yang dipanjatkan.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa perbedaan dan kritik semestinya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Dalam doanya, Menteri Agama juga memohon agar hati dan pikiran seluruh anak bangsa disatukan untuk mencintai negeri. “Ampunilah mereka jika fitnah dan kritikan mereka keliru. Satukanlah hati dan pikiran kami untuk bersama-sama mencintai negeri kami,” tuturnya dalam doa tersebut.
Kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari doa yang disampaikan. Menteri Agama memohon pertolongan Allah Swt. bagi siapa pun yang mengalami ketidakadilan dan berada dalam kondisi lemah, tanpa membedakan latar belakang ketaatan maupun agama. “Ya Allah, bantulah siapapun hamba-Mu yang terzalimi dan yang lemah di muka bumi ini, baik yang beragama maupun yang belum taat, karena sesungguhnya mereka juga adalah hamba ciptaan-Mu yang membutuhkan pertolongan,” demikian lantunan doanya.
Menteri Agama juga mengingatkan bahwa perjalanan bangsa masih panjang dan tantangan yang dihadapi semakin beragam. Karena itu, kekuatan dan ketegaran diperlukan untuk menjalankan amanah serta melewati berbagai hambatan. “Masih panjang jalan yang harus kami tempuh, masih besar tantangan yang kami harus hadapi, masih banyak tanggung jawab yang harus kami emban, dan masih beragam hambatan yang harus kami lalui,” ungkapnya dalam doa.
Pada bagian akhir, doa tersebut mengajak seluruh bangsa untuk menyerahkan hasil ikhtiar kepada Allah Swt. setelah menjalankan berbagai usaha dengan sungguh-sungguh. Menteri Agama juga memanjatkan doa bagi para pendahulu, pemimpin, dan pahlawan bangsa. “Ampunilah dosa dan segala kekeliruan kami, para orang tua kami, para pemimpin, dan para pahlawan kusuma bangsa kami. Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibah warabbun gafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo.”
Bagi keluarga besar madrasah, doa tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui pendidikan yang menanamkan cinta kepada tanah air, persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semoga doa dan ikhtiar seluruh anak bangsa senantiasa mendapat bimbingan dan keberkahan Allah SWT demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.