Jakarta (Humas MAN 9) – Sebanyak 60 siswa dari perwakilan kelas X, XI dan XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9 Jakarta Timur mengikuti kegiatan Ecoblox Adventure Social Project yang diselenggarakan oleh President University di Aula MAN 9 Jakarta Timur, Jum’at (18/7). Program ini dirancang untuk mengajak para siswa menjelajahi, menciptakan, dan menjadi bagian dari masa depan digital yang lebih berwawasan lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Sebagai agen of change, para siswa diberikan edukasi mendalam mengenai isu dan pengelolaan sampah, demi menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi. Rangkaian kegiatan meliputi seminar, workshop, dan game simulation. Sesi pertama diawali dengan seminar mengenai isu dan pengolahan sampah yang disampaikan oleh Nendy Fadhlurrahman, CEO Warriors Clean Up. Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami sehingga menarik perhatian peserta.
Kegiatan berlanjut dengan workshop pembuatan kerajinan dari botol bekas. Peserta dibagi menjadi delapan kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas delapan siswa dan dua pendamping. Setiap kelompok dibekali botol bekas dan beragam bahan tambahan seperti kertas, pita, dan tali rami untuk dekorasi serta diberi waktu untuk membuat kerajinan tersebut.
Kegiatan terakhir adalah simulasi permainan EcoBlox Adventure berbasis Roblox. Permainan ini dikembangkan oleh mahasiswa Sistem Informasi President University angkatan 2024: Kalas Yuoko, Muhammad Fadhlil Wafi Riyadi, Dave Elyada Gerika, dan Silalahi Klery Johansen. Misi dalam permainan ini adalah mencari dan memilah sampah yang tersebar di peta President University. Sampah yang terkumpul harus dimasukkan sesuai kategorinya (organik, anorganik, dan sampah B3). Pemilahan yang tepat akan memberikan poin, dan terdapat pula “mystery trash” dengan poin lebih besar.
Kegiatan Ecoblox Adventure Social Project ini memberikan berbagai manfaat signifikan bagi para siswa MAN 9 Jakarta Timur. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai isu persampahan dan pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga diajak untuk berpikir kreatif melalui workshop kerajinan dari botol plastik. Lebih dari itu, simulasi permainan EcoBlox Adventure berhasil meningkatkan kesadaran praktis siswa tentang pemilahan sampah dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Inisiatif ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang lebih peduli lingkungan dan siap menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau./zn