Dua Guru MAN 9 Jakarta Timur Resmi Dikukuhkan Jadi Pengurus Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kemenag RI oleh Menteri Agama

Jakarta (Humas MAN 9) — Kebanggaan besar kembali diraih oleh keluarga besar MAN 9 Jakarta Timur. Dua pendidik terbaiknya, Dra. Wati Tresnawati, M.Pd. (Guru Bahasa Inggris) dan Tinia Leyli Shofia Ahmad, S.Pi., M.Si. (Guru Biologi), resmi dikukuhkan sebagai Pengurus Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kementerian Agama Republik Indonesia periode 2026–2030. Prosesi pengukuhan yang khidmat ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam rangkaian acara Simposium Organisasi Profesi Guru Kementerian Agama yang bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Berdasarkan Surat Tugas Kepala MAN 9 Jakarta Timur Nomor B-1713/Ma.09.09/PP.00.6/8/2026, kedua guru tersebut ditugaskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 18–20 Agustus 2026. Dalam jajaran kepengurusan nasional yang disahkan melalui Keputusan Sekretaris Jenderal Kemenag Nomor 350 Tahun 2026 ini, Dra. Wati Tresnawati, M.Pd. dipercaya memperkuat Departemen Pengembangan Ekonomi, sementara Tinia Leyli Shofia Ahmad, S.Pi., M.Si. mengemban amanah di Departemen Sosial.

Rangkaian acara yang mengusung agenda Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ini diawali sejak Selasa sore dengan prosesi registrasi, gladi resik, hingga pembukaan resmi pada malam hari. Suasana pembukaan terasa makin syahdu dan megah saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh Qari Internasional Muh. Haikal, M.Pd., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama. Puncak acara ditandai dengan penyerahan Pataka dan Bendera Organisasi secara simbolis oleh Menag kepada Ketua Umum Konfederasi, Dr. H. M. Munir, M.A., yang disaksikan oleh para pejabat teras Ditjen Pendidikan Islam.

Dalam arahan utamanya yang menyentuh sanubari, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menekankan hakikat mendalam dari profesi pendidik. Beliau mengingatkan bahwa menjadi guru bukanlah hal yang gampang, sehingga ruang syukur harus senantiasa dihadirkan. “Untuk menjadi guru itu tidak mudah, maka bersyukurlah. Guru harus menjadi being, bukan sekadar proses, dan harus menjadi contoh nyata. Tugas guru sesungguhnya adalah menyalakan lentera hati murid, bukan hanya sebatas mengajar di depan kelas,” puji dan pesan Menag di hadapan ratusan pengurus yang hadir.

Menag juga membedakan makna antara guru biasa dengan seorang mursyid. Tidak semua pelajar otomatis menjadi murid, karena murid sejati adalah orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu (knowledge). Oleh karena itu, beliau berpesan agar guru sejati senantiasa melakukan pembatinan dan internalisasi materi ajar sebelum memasuki kelas. “Guru sejati akan melakukan proses internalisasi materi ajar. Jika akan mengajar, laksanakan shalat Hajat dan Dhuha, serta selalu berdoa dan membaca Al-Fatihah. Ilmu itu datangnya dari Allah untuk disampaikan kepada murid,” tutur Menag menuturkan pentingnya makanan spiritual dibanding sekadar pemuas jasmani.

Lebih lanjut, KH. Nasaruddin Umar mengulas pentingnya keseimbangan spiritual dan sosial (hablumminallah dan hablumminannas) yang digambarkan bagaikan dua segitiga pembentuk bintang enam. Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan materi secara induktif dan deduktif, tetapi juga menanamkan filosofi, sejarah, serta transisi pemikiran dari mitos, logos, hingga etos tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. “Jika ada anak didik yang bermasalah, jangan langsung menyalahkan mereka. Bisa jadi kita sebagai pendidik ikut andil di dalamnya. Mari ingatkan mereka hal-hal dasar seperti membaca basmalah dan menghadirkan Pemilik Nama sebelum beraktivitas,” tegas beliau.

Menteri Agama menyambut bangga atas terbentuknya wadah Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kemenag ini sebagai pilar pemersatu dan penguat kompetensi pendidik madrasah di seluruh Indonesia. Usai prosesi pengukuhan dan foto bersama malam itu, kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dan ketiga (19–20 Agustus 2026) dengan agenda Sidang Komisi membahas AD/ART, Program Kerja, serta Rekomendasi Organisasi, sebelum ditutup secara resmi oleh Sekjen Kemenag Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A.

Kepala MAN 9 Jakarta Timur, Pramesti Indraningsih, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan dua gurunya di tingkat nasional. Terpilihnya Dra. Wati Tresnawati dan Tinia Leyli Shofia Ahmad tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga membawa energi positif dan motivasi baru bagi seluruh civitas akademika MAN 9 Jakarta Timur untuk terus membimbing para siswa dengan kedalaman ilmu, kehangatan hati, dan keteladanan akhlak.

Asisten Madrasah

Assalamu'alaikum Wr.Wb.! Ada yang bisa saya bantu tentang madrasah kami?