Jakarta (Humas MAN 9) — MAN 9 Jakarta Timur menyelenggarakan Workshop Kurikulum bertema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam” pada 30–31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini secara resmi dibuka oleh Kepala MAN 9 Jakarta Timur, Pramesti Indraningsih, M.Pd. Workshop diikuti oleh seluruh guru MAN 9 Jakarta Timur serta perwakilan guru dari empat Madrasah Aliyah Swasta (MAS) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 9 Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Pramesti menegaskan bahwa perubahan paradigma pembelajaran harus dimulai dari kesiapan guru dalam merancang proses belajar yang bermakna. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus hadir dalam setiap perencanaan dan praktik pembelajaran. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang membangun karakter, menumbuhkan empati, serta mengembangkan potensi peserta didik secara utuh melalui pendekatan pembelajaran mendalam,” ujarnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Pengawas Madrasah, Artati Ismailia, S.E., M.Ak., dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) DKI Jakarta, Djamaluddin, M.Pd. Keduanya memaparkan materi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta strategi penyusunan perangkat ajar yang mengintegrasikan pendekatan deep learning. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif sekaligus aplikatif.
Pengawas Madrasah, Artati, menyampaikan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mewujudkan transformasi pendidikan. Menurutnya, perencanaan pembelajaran harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan sehingga peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Sementara itu, Djamaluddin, M.Pd., menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia, Salahudin El Fitri, S.Si., menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengalaman belajar yang bermakna sehingga kualitas pembelajaran di MAN 9 Jakarta Timur maupun madrasah anggota KKM terus meningkat,” ungkapnya.
Selain memperkuat kompetensi profesional guru, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antarmadrasah dalam berbagi praktik baik dan menyamakan persepsi terhadap implementasi kurikulum. Kehadiran guru-guru dari madrasah anggota KKM diharapkan semakin mempererat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
Melalui workshop ini, MAN 9 Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kapasitas pendidik. Dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam yang terencana dan berkelanjutan, madrasah optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berkarakter mulia, berempati, serta siap menghadapi tantangan masa depan.