Jakarta (Humas MAN 9) – Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi saksi bisu kekhusyukan ratusan ribu jemaah yang memadati lapangan dengan pakaian serba putih pada Sabtu (1/8/2026) malam. Kehadiran keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9 Jakarta bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta menjadi bagian dari momentum spiritual “Zikir dan Doa Kebangsaan” yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an dan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, Juara 1 MTQ Internasional di Irak tahun 2026. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam laporannya menekankan bahwa kekuatan doa dan kerukunan adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Ia juga mengungkapkan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama di Indonesia pada tahun 2025 telah meningkat mencapai angka 84,20.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Viola Cempaka, yang hadir langsung di lokasi menyatakan bahwa pengerahan massa ini merupakan bentuk munajat bersama untuk masa depan Indonesia. “Seluruh ASN Kementerian Agama dan juga instansi lainnya dikerahkan untuk sama-sama bermunajat di Monas. Mudah-mudahan bangsa kita diberikan limpahan kemaslahatan yang lebih baik ke depan,” tutur Viola Cempaka saat memberikan keterangan di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Viola Cempaka berharap agar momentum ini membawa kedamaian yang berkelanjutan bagi ibu pertiwi. “Mudah-mudahan bangsa kita terus diberikan keberkahan oleh Allah SWT, kebaikan, dan lebih kondusif, serta yang penting adalah kerukunan dan kedamaian buat negara kita,” tambahnya dengan penuh harap.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja (Ketimker) dari Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Achmad Hery Fathurrahman, menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah ingin menciptakan suasana doa yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara formal. “Pemerintah ingin menghadirkan terasa doanya bersama-sama, makanya mengajak seluruh elemen baik dari guru, penyuluh, penghulu, bahkan lembaga-lembaga swasta untuk ikut terlibat dalam doa ini,” jelas Hery.
Hery juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik yang telah memfasilitasi kehadiran massa dalam jumlah besar, termasuk dari lingkungan madrasah. “Kami ucapkan terima kasih buat seluruh peserta, baik itu dari guru maupun kepala madrasah yang mendorong hadirnya para peserta,” ungkapnya. Partisipasi aktif dari MAN 9 Jakarta pun terlihat nyata melalui kehadiran para guru dan siswa yang larut dalam lantunan Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Suasana semakin mengharukan saat doa lintas agama dipanjatkan secara bergantian oleh enam tokoh agama, sebagai simbol kokohnya moderasi beragama di tanah air. Pembacaan doa ditutup oleh Imam Masjid Istiqlal, Dr. H. Husni Ismail, M.Ag., yang memohon agar Indonesia senantiasa dianugerahi persatuan yang tangguh serta kesejahteraan yang terus tumbuh bagi seluruh rakyatnya.
Kegiatan ini berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga besar MAN 9 Jakarta dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Melalui zikir dan doa ini, diharapkan semangat pengabdian ASN Kemenag semakin meningkat dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.