Jakarta (OSPK MAN 9 Jakarta) — Rabu (22/10), Apel Hari Santri Nasional 2025 di MAN 9 Jakarta berlangsung penuh semangat dan makna. Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan, turut berpartisipasi dalam apel peringatan Hari Santri. Ada yang berbeda dari pakaian yang dikenakan. Guru pria dan murid putra mengenakan baju koko dan bawahan sarung. Guru wanita dan murid putri mengenakan gamis. Apel peringatan Hari Santri dilaksanakan di pagi hari sebagai wujud penghormatan kepada semangat perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pembina Apel peringatan Hari Santri, Pramesti Indraningsih, Kepala MAN 9 Jakarta Timur, menyampaikan amanatnya, “Mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat untuk terus meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan cinta tanah air para santri dalam kehidupan sehari-hari.”

Apel peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat solidaritas dan persatuan yang kuat. Oleh karena itu, selesai Apel, seluruh warga madrasah menyuarakan komitmen bersama melalui deklarasi anti-bullying, anti-rokok/vape, anti-tawuran, serta anti segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Gerakan ini menjadi wujud nyata peran santri sebagai pelopor budaya positif di lingkungan pendidikan.
Deklarasi Anti-Bullying, Anti-Vape, Anti-Narkoba, Anti-Kekerasan, Anti-Tawuran, serta Anti-Kekerasan Seksual merupakan upaya membangun kembali atmosfer kebersamaan, menumbuhkan rasa saling menghargai, juga mempererat tali persaudaraan antar warga madrasah. Para peserta didik juga berkomitmen untuk tidak melakukan segala bentuk penyimpangan dengan menandatangani banner yang telah disiapkan di mading madrasah.
Peringatan Hari Santri di MAN 9 Jakarta tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang semangat perjuangan para santri, tetapi juga sebagai momen penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antarwarga madrasah. Melalui pelaksanaan apel dan deklarasi gerakan anti segala bentuk perilaku negatif, diharapkan seluruh peserta didik mampu meneladani semangat santri dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman, harmonis, dan penuh semangat positif./UHT&CLEEV