Tim Adiwiyata MAN 9 Jakarta Timur Belajar Inovasi Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Berkah Srikandi

Jakarta (Humas MAN 9) — Sabtu (6/9), Tim Adiwiyata MAN 9 Jakarta Timur melakukan kunjungan edukatif ke Bank Sampah Berkah Srikandi RW.01 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Rombongan dipimpin oleh PJ Adiwiyata, Natalia Rumanti, didampingi Ketua Adiwiyata, Dwi Drawidayanti, dan Sekretaris,  Zahrotun Nisa, serta perwakilan LMK RW.07, Fahmi. Kedatangan tim disambut hangat oleh Sekretaris Bank Sampah Berkah Srikandi, Darwanti, serta Koordinator Bidang Pelatihan sekaligus Ketua RW.01, Edi Suwito.

Kunjungan ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan inovasi pengelolaan sampah yang telah dijalankan Bank Sampah Berkah Srikandi, terutama dalam tiga hal penting: pembuatan ecoenzim, pengelolaan sampah plastik dan organik, serta budidaya maggot.

  1. Inovasi Ecoenzim

Ecoenzim merupakan cairan alami hasil fermentasi sampah organik seperti sisa buah, sayuran, dan gula merah. Di Bank Sampah Berkah Srikandi, proses pembuatan ecoenzim dijalankan secara berkesinambungan bersama warga. Cairan ini memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pembersih ramah lingkungan, pengusir hama, hingga penyubur tanaman. Edukasi mengenai ecoenzim diberikan kepada warga maupun pelajar agar mereka mampu mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

  1. Pengelolaan Sampah Plastik dan Organik

Bank Sampah Berkah Srikandi menerima setoran sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, emberan, hingga kaleng. Sampah tersebut tidak hanya ditimbang untuk ditabung oleh warga, tetapi juga dikelola lebih lanjut. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan plastik sebagai bahan campuran paving block bekerja sama dengan pihak universitas dan mitra CSR. Sementara itu, sampah organik rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk penghijauan dan pertanian warga. Upaya ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi.

  1. Budidaya Maggot

Salah satu program unggulan adalah pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. Maggot dari lalat Black Soldier Fly mampu menguraikan sampah organik dalam jumlah besar. Hasilnya tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan pakan alami bernutrisi tinggi untuk ternak ikan dan unggas. Program ini sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi warga karena maggot memiliki nilai jual yang cukup baik.

Pusat Edukasi dan Kolaborasi

Selain kegiatan pengelolaan sampah, Bank Sampah Berkah Srikandi juga dikenal sebagai pusat edukasi lingkungan. Sejumlah sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, kerap berkunjung untuk belajar langsung mengenai pengelolaan sampah. Kolaborasi pun dilakukan dengan perguruan tinggi dan perusahaan dalam bentuk riset dan program tanggung jawab sosial (CSR).

Hingga kini, Bank Sampah Berkah Srikandi telah berhasil mengajak ratusan kepala keluarga untuk memilah dan menabung sampah rumah tangga. Meski masih ada tantangan dalam memperluas partisipasi warga, konsistensi yang ditunjukkan menjadikan bank sampah ini contoh nyata keberhasilan gerakan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, sekaligus produktif.

“Kunjungan tim Adiwiyata MAN 9 Jakarta Timur diharapkan menjadi inspirasi dalam mengembangkan program serupa di sekolah, sekaligus memperkuat komitmen seluruh warga madrasah untuk mendukung gerakan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan,” tutur Natalia kepada Humas MAN 9.

Asisten Madrasah

Assalamu'alaikum Wr.Wb.! Ada yang bisa saya bantu tentang madrasah kami?