KHUTBAH JUMAT

(20 Januari 2023/27 Jumadil Akhir 1444H)

ALQURAN MEMBEDAH ALAM SEMESTA

 

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Kehadiran Al-Quran sebagai Kitabullah Al-Karim (Kitab Allah Yang Maha Mulia) merupakan kitab yang tidak pernah ada keraguan di dalamnya dan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah: 2). Dengan demikian Al-Quran menghantarkan seorang muslim mencapai kedudukan yang paling mulia, suatu derajat yang tertinggi yaitu “At-Taqwa.” Derajat yang dapat membuat seorang muslim memiliki acuan atau patokan untuk mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Hal ini mencerminkan suatu kepribadian atau akhlak mulia seorang muslim sebagai mana akhlak Muhammad Rasullah saw. adalah Al Quranul Karim. Hal ini berdasarkan jawaban Aisyah ra. pada saat ditanya oleh Qatadah mengenai gambaran akhlak dari Muhammad Rasullah saw. (H.R. Muslim) berarti meneladani akhlak beliau adalah dengan mengamalkan seluruh isi Al-Quran.

Semoga Allah Swt. menjadikan kita sebagai seorang muslim yang bertaqwa dan beraklakul karimah dengan hidayah AlQuran…

Aamiin YRA

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Setelah kita mencermati bahwa Al-Quran dapat menghantarkan seorang muslim menjadi orang yang bertaqwa dan berakhlakul karimah, masih banyak lagi kebermaknaan Al-Quran yang hadir di tengah-tegah kehidupan kita. Di antaranya, kita bisa saksikan Al-Quran dibuka dengan suratul Fatihah (Al-Fatihah) yang berjumlah 7 ayat dan diturunkan di Kota Mekah Almukaromah atau Makiyyah, merupakan kalimah-kalimah Allah Swt. sebagai pembukaan atau pendahuluan yang tidak pernah terdapat pada kitab-kitab sebelumnya. Tidak pernah ada di Taurat, Zabur, mau pun Injil hanya ada di Al Quranul Karim.

Kenapa demikian…?!

Tentunya ini rahasia Allah Swt. semata (Wallahu ‘Alam Bisshawaf), namun yang dapat kita tela’ah bahwa makna yang terkandung di dalam Al-Fatihah merupakan inti sari dari 113 surah lainnya yang terdapat dalam Al-Quran. Jadi begitu sempurnanya Al-Fatihah sehingga tanpa membaca Al-Fatihah di dalam setiap rakaat shalat maka tidak sah shalat kita (Al Hadist)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Al-Quran sebagai Kitabullah Alkarim dengan dibuka oleh suratul fatihah atau fatihatul kitab (Pembukaan Kitabullah) menunjukkan bahwa kehadiran Al-Quran membedah alam semesta (jagat raya) ini sebagai mana ayat ke-2 menyatakan bahwa alam semesta ini merupakan tanda bahwa kita sebagai orang yang beriman harus memuji Allah Swt. sebagai Tuhan yang menciptakannya (Q.S. Al-Fatihah: 2)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Bagaimana kelanjutan dari Q.S. Al-Fatihah ayat 2 ini…??

Diterjemahkan selanjutnya di dalam surah Al-‘Ashr ayat ke 1 dengan menyatakan “Demi Masa” (Q.S. Al-‘Ashr: 1). Hal ini semakin jelas untuk kita sebagai orang yang beriman mempelajari bahwa Al-Quran membedah alam semesta ini dengan menyatakan secara tegas terjadi melalui beberapa masa atau waktu yang menunjukkan suatu tahapan demi tahapan yang dilalui dan tidak terjadi begitu saja. Hal ini telah dibenarkan oleh para pakar sains yang diawali dengan ledakan yang sangat dahsyat atau lebih dikenal dengan sebutan “BIG BANG” maka terbentuklah galaksi Bima Sakti dimana Bumi menjadi salah satu anggotanya lalu diteruskan dengan tahap terjadinya kehidupan di planet Bumi dan pastinya MAHA BENAR ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM DENGAN SEGALA FIRMANNYA…

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Bagaimana kelanjutan dari Q.S. Al Fatihah ayat 2 ini yang lainnya…??

Diterjemahkan selanjutnya di dalam surah Al-Fajr lalu Adh-Dhuha diteruskan Al-Lail, ini pun menunjukkan bahwa Al-Quran membedah alam semesta ini secara runut dan konsisten bahwa terjadi keteraturan di dalam perjalanan kehidupan di alam semesta dalam hal ini di Bumi berupa terjadinya Fajar (pagi hari) lalu diteruskan dengan Dhuha (menjelang siang hari) dan Lail (malam hari). Hal sungguh luar biasa runutan pembedahan Al-Quran terhadap fenomena alam semesta ini dengan tingkat konsistensi yang begitu tinggi dan pastinya MAHA BENAR ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM DENGAN SEGALA FIRMANNYA…

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Demikian yang dapat disampaikan pada kesempatan khutbah kali ini, segala kebenaraan hanya datang dari Allah Tuhan Semesta Alam dan semua kesalahan dengan segala kekurangan datangnya dari Al-Fakir. Oleh karena itu Al-Fakir mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya…

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Sebelum menutup khutbah ini, mari kita mengangkat kedua belah tangan kita memohon ke hadirat Allah Swt….

Semoga kita senantiasa menjadikan Allah Swt. Tuhan Semesta Alam yang maha benar dengan segala firman-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang kita sembah dan satu-satunya Tuhan tempat kita meminta, dan…

Semoga kita termasuk orang yang beriman dan beramal sholeh dengan hidayahnya AlQuran…

Aamiin YRA

Hadanallahu wa Inyyakum ajma’iin, tsummassalamu’alaikumwarahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 19 Januari 2023/26 Jumadil Akhir 1444

Penulis Naskah Khutbah: Ustadz Drs. H. Muhammad Ridwan (AlFakir)

Written by 

Related posts

Leave a Comment