Khutbah Jum’at, 6 Januari 2023

Oleh Firmansyah, S.Pd.I

Hadirin sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah, ada satu pesan indah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau melaksanakan haji wada, ketika itu beliau menyampaikan pesan ini di hadapan ribuan para sahabatnya, yang mana hakikatnya pesan ini beliau sampaikan untuk para umatnya sampai akhir zaman.

Beliau bersabda dalam satu haditsnya.

Artinya:

Telah aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang mana kalian tidak akan tersesat selama-lamanya apabila selalu berpegang teguh pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunah Rasulillah. (H.R. Muslim)

Dari hadits di atas menjadi konsekuensi bagi kita semua agar dalam menjalani kehidupan ini harusnya berdasarkan al-qur’an dan sunah Nabi Muhammad, semua sisi kehidupan ini tidak boleh menyimpang dari keduanya, termasuk dalam merayakan tahun baru Masehi yang terjadi beberapa hari yang lalu. Banyak umat Islam justru merayakan tahun baru di luar nilai-nilai keislaman, mereka lebih memilih menyambut tahun baru Masehi tersebut dengan foya-foya, mengeluarkan sebagian hartanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya, bahkan mereka merayakan tahun baru Masehi tersebut dengan melakukan kemaksiatan lainnya, misalnya dengan berbuat zina dan minum minuman keras. Tentu semua merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Lalu bagaimana Islam mengajarkan kita untuk menyambut tahun baru tersebut? Allah SWT berfirman dalam al-qur’an yang artinya (wahai oang-orang di dalam dadanya ada iman bertakwalah kalian kepada Allah dan perhatikanlah diri kalian untuk menghadapi hari esok, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap apa-apa yang kalian kerjakan).

Dari ayat tersebut jelaslah bahwa kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk bermuhasabah atau introspeksi diri terhadap apa-apa yang sudah kita kerjakan dan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok. Bentuk introspeksi diri yang bisa kita lakukan adalah menghitung-hitung berapa banyak ibadah yang sudah kita kerjakan dan berapa banyak maksiat yang sudah kita kerjakan, apakah ibadah yang kita kerjakan lebih banyak daripada maksiat kepada Allah di sepanjang tahun kemarin, tentu diri kita sendiri yang mengetahuinya. Karena itu, marilah kita memanfaatkan momentum tahun baru kali ini untuk selalu memperbaiki diri kita dan selalu mempersiapkan diri kita menuju hari esok yang lebih baik agar tergolong orang-orang yang beruntung menurut Nabi Muhammad, jangan sampai kita menjadi golongan orang yang rugi karena amal perbuatan yang kita kerjakan hari ini justru lebih buruk dari pada amal perbuatan yang kita kerjakan pada hari kemarin.

Ingatlah ketika Nabi Muhammad diberikan nasehat oleh malaikat Jibril, yang mana hakikatnya pesan ini untuk kita para umatnya di hari esok.

Artinya : Hiduplah sesuka hatimu namun sesungguhnya kamu nanti akan mati. (H.R. At Thabarani)

Dari hadits di atas, marilah kita memanfaatkan usia yang masih ada untuk selalu memperbaiki diri kita dan menatap hari esok yang lebih baik, mempersiapkan diri kita untuk menghadapi kematian dengan ibadah kepada Allah, sehingga menjadi orang-orang yang beruntung pada hari ini dan hari esok.

Nabi Muhammad juga berpesan untuk kita semua bahwa termasuk bagian dari kesempurnaan Islam orang-orang yang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Jadi, mulai sekarang tinggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi diri kalian, karena itu merupakan langkah kita untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Semoga kita selalu dijaga oleh Allah dari segala perbuatan yang tidak ada manfaatnya bagi kita semua.

Sekian isi khutbah pada kesempatan kalian ini, mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kita semua.

 

Related posts