Banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat menjadi salah satu masalah di era banjir informasi saat ini. Salah satu upaya menangkal peredaran hoaks adalah berpikir kritis. Mafindo melalui situs tularnalar.id berupaya mengedukasi masyarakat agar mampu berpikir kritis melalui delapan tema spesifik. Salah satu tema yang diangkat dalam situs Tular Nalar adalah Menjadi Warga Digital. Artikel ini merupakan studi kasus penerapan tema Menjadi Warga Digital dalam pembelajaran di sekolah. Mata pelajaran yang menjadi penerapan adalah informatika kelas X. Penulis melakukan perubahan pola lama pembelajaran ke pola baru yang lebih dinamis dan memanfaatkan teknologi secara daring. Penulis mengintegrasikan materi dan video yang ada di situs Tular Nalar dengan pembelajaran di sekolah melalui model flipped classroom (kelas terbalik). Terdapat sejumlah pertanyaan untuk dijawab peserta didik. Peserta didik secara mandiri membaca, mengamati, merefleksi, dan memberikan opininya dalam ruang digital. Hasilnya adalah peserta didik paham bagaimana perilaku etis komunikasi di media sosial dan mampu menjawab pertanyaan di kolom komentar. Selain itu, peserta didik mengajukan pertanyaan dan menyampaikan opini di ruang diskusi Google Meet. Interaksi yang terbentuk tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Download lengkap Jurnal Penelitiannya di: DOWNLOAD

Related posts