Jakarta (Humas MAN 9 Jakarta) —Kamis (31/3), Tim ODOJ (One Day One Juz) MAN 9 Jakarta mengadakan tasyakuran dalam rangka telah bergulirnya komunitas ini selama kurang lebih delapan bulan. Kegiatan tasyakuran ini adalah kali ketiga. Tidak hanya anggota yang bergabung di komunitas, tapi tasyakuran ini juga mengajak semua GTK, agar merasakan keberkahan dari Al-Quran.

Bentuk tasyakuran kali ini dengan “ngeliwet”, makan Bersama dengan beralaskan daun pisang yang dipasang berjejer. “Alhamdulillah, Ibu Kepala yang juga menjadi anggota ODOJ menjadi donator, dan istri support menyiapkan makanannya. Semoga keberkahan semakin berlimpah untuk keluarga besar MAN 9, karena berusaha menjaga Kalam Allah’, tutur Arif Rahmat, yang didaulat menjadi koordinator ODOJ MAN 9. “Sesibuk apa pun, kami berupaya agar tetap membaca Al-Qur’an setiap hari”, imbuhnya.

“Tasyakuran kali ini agak berbeda, karena dilaksanakan menjelang memasuki bulan Ramadhan. Daun pisang dibentang, para guru dan tekdik makan lesehan berhadapan bersama, dengan lauk ayam bakar, ikan asin, lalap, sambal, kerupuk, ditutup dengan buah dan bonus cilok dari Pak Arif. Nikmat dan sangat membahagiakan kebersamaan ini,” ujar Tinia, Wakahumas MAN 9 Jakarta Timur.

Komunitas ODOJ MAN 9 belum bergabung dengan Komunitas ODOJ resmi, karena belum bisa memenuhi persyaratan ODOJ Pusat. ODOJ MAN 9, saat ini benganggotakan 16 orang terdiri dari tenaga pengajar dan tendik. Setiap anggota berkomitmen membaca sehari 1 atau setengah juz sesuai kesanggupan di awal bergabung. Karena beranggotakan kurang dari 30, maka daftar juz yang dibaca berlaku beberapa hari. “Sebelum Ramadhan kami telah menyelesaikan list ke-60. Di bulan Ramadhan kegiatan ODOJ dihentikan sementara, karena masing-masing fokus dengan tilawah dan targetnya”, ungkap Arif.

Yessy, Kepala MAN 9, yang juga anggota komunitas, sangat mendukung kegiatan Komunitas ODOJ. “Bu Yessy sangat antusias saat ditawari menjadi anggota, bahkan menjadi penyemangat. Sering kali bacaannya lebih dari 1 juz sehari”, Tinia mengungkapkan semangat Kamad dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an./TLSA

 

Related posts