Jakarta (Humas) — Minggu (5/12), pukul 20.00, Tim Myres (Madrasah Young Researchers Supercamp) MAN 9 Jakarta, menuai sukses terbaiknya di tingkat nasional. Vitara Ridesta dan Nazwa Aulia, siswi kelas XI Keagamaan, dinyatakan meraih peringkat pertama tingkat Madrasah Aliyah di Bidang Ilmu Keagamaan Islam dalam ajang bergensi rutin tahunan tersebut. Ajang Grand Final, ditutup dengan pengumuman kejuaraan, dilaksanakan di Surabaya. Judul penelitian yang diajukan dalam lomba tersebut berjudul Masjid Istiqlal dan Moderasi Beragama (Analisis Konten Kanal YouTube Masjid Istiqlal TV).

Kepala MAN 9 Jakarta, Yessy Anwar, menyampaikan rasa bahagia dan terima kasihnya melalui pesan Whatsapp, “Terima kasih yang tidak terhingga atas perjuangan kerja keras dan pengorbanan Tim Myres MAN 9, Bu Atik sebagai pembina Myres Keagamaan, Bu Natalia sebagai PJ Myres, Bu Ina dan Bu Ummu sebagai pendamping pembina, dan terkhusus kepada Aananda Vitara dan Nazwa. Penghujung tahun 2021 ditutup dengan goresan tinta emas prestasi tingkat nasional”. Ungkapan terima kasih juga disampaikan Yessy kepada seluruh sivitas MAN 9 yang telah memberikan dukungan doa dan semangat kepada Tim Myres.

“Pencapaian yang sangat luar biasa membanggakan alhamdulillah berhasil diraih oleh tim. Bukan perjalanan yang mudah kami bisa sampai ke posisi tertinggi ini. Dari babak penyisihan Vitara dan Nazwa beserta seluruh tim pendukung, melakukan pembinaan rutin dari berbagai nara sumber terbaik”. Natalia menambahkan, “Tim juga mempelajari Kanal YouTube Masjid Istiqlal TV, melakukan wawancara dengan penanggung jawab kanal, bahkan juga dengan nara hubung Masjid Katedral. Wawancara ditujukan untuk mengetahui bagaimana aplikasi moderasi beragama yang telah terjalin”.

Latar belakang penelitian Tim Myres MAN 9 yaitu, Masjid Istiqlal menjadi representasi utama umat Islam Indonesia yang moderat. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana narasi  dakwah moderasi Islam  yang disyiarkan oleh  Masjid Istiqlal melalui  video di kanal Youtube  Masjid Istiqlal TV. Data primer diperoleh melalui observasi pada konten kanal YouTube Masjid Istiqlal TV, sedangkan data skunder yang digunakan adalah dokumen yang relevan. Penelitian bersifat kualitatif dengan subjek berupa video di kanal YouTube Masjid Istiqlal TV yang sesuai dengan empat indikator moderasi beragama Kementerian Agama.

Di jelaskan dalam hasil penelitian Vitara dan Nazwa, bahwa konten video di kanal YouTube Masjid Istiqlal TV sejalan dengan moderasi beragama yang dijalankan oleh Kementerian Agama. Terdapat empat konten yang ditemukan dari hasil analisis, yaitu: 1). Komitmen kebangsaan, berisi mensyukuri komitmen dengan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Allah dan Rasulullah; membangun pribadi yang unggul untuk memajukan bangsa yang unggul. 2). Toleransi, berisi: tidak boleh mengurangi toleransi di antara bangsa apalagi Islam sendiri agama yang memilihara ukhuwah; dan Masjid Istiqlal membuat terowongan silaturahmi yang menghubungkan masjid Istiqlal dangan Katedral. 3). Anti kekerasan: menceritakan kasus bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia, padahal di Indonesia adalah negara yang berdasarkan kesepakatan bangsa untuk hidup damai dalam kesatuan RI; dan tidak boleh memaksakan orang lain untuk memeluk suatu agama atau keyakinan yang dianutnya. 4). Akomodatif terhadap budaya lokal, yang berisi: peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan juga menampilkan kesenian hadroh; juga menjelaskan tentang ziarah kubur./TLSA

Related posts