Jakarta (Humas MAN 9) — Senin (1/2), Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Saiful Mujab, mengeluarkan surat himbauan penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Surat tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kepala MAN 9 Jakarta, Yessy Anwar.

“Saya mengajak seluruh sivitas MAN 9, baik pendidik, tenaga kependidikan,  peserta didik, maupun orangtua untuk ikut serta meningkatkan kedisiplinan penerapan prokes  dan menyosialisasikan upaya memutus mata rantai covid-19 untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, khususnya di lingkungan MAN 9 Jakarta,” himbau Yessy Anwar.  “Sudah saatnya kita menerapkan 5 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan pada setiap aktifitas kita di mana pun berada. Upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19,” lanjutnya.

Yessy Anwar, dalam setiap kesempatan sambutan online-nya, senantiasa mengajak semua pihak untuk menjaga prokes yang ditetapkan pemerintah dan telah dilaksanakan di MAN 9.

Menindaklanjuti instruksi Kepala MAN 9 Jakarta,  semua pihak tanpa terkecuali semakin gencar menyosialisasikan upaya penerapan 5 M. “Madrasah menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), handsanitizer, thermogun, disinfektan, dan sarana toilet yang setiap waktu dibersihkan,” Natalia, Waka Sarpras MAN 9 menuturkan.  “Upaya sosialisasi melalui banner yang kita pasang di titik lokasi strategis sekitar madrasah, juga telah dilakukan. Sehingga sosialisasi tidak hanya untuk warga madrasah, tetapi masyarakat yang lalu-lalang di depan madrasah juga menjadi sasaran,” imbuhnya.

Natalia juga menyatakan bahwa MAN 9 merupakan area wajib masker, dan MAN 9 juga bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan. Tidak ketinggalan, OSIS dan MPK MAN 9 Jakarta dengan penuh semangat menyosialisasikan gerakan 5 M dalam berbagai kegiatan madrasah. Banyak video sosialisasi yang telah dihasilkan. “Sosialisasi di berbagai media sosial MAN 9 Jakarta, seperti youtube, IG, Facebook, juga gencar dilakukan,” ujar Evi, Tim Humas MAN 9.

Pandemi Corona Virus Deasese 2019 (Covid-19) sudah hampir satu tahun menyebar di Indonesia. Kondisi ini tentu sangat meresahkan kita. Penyebarannya masih sulit dikendalikan. Jumlah kasus positif semakin meningkat setiap harinya. Tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat juga semakin menurun. Masyarakat banyak yang tidak mematuhi prokes pencegahan Covid-19 seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Menurut WHO (World Health Organization) ini adalah upaya yang paling baik dan paling rasional untuk diaplikasikan sehingga diharapkan terjadi pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

“Mari kita saling introkpeksi diri, menjaga dan mematuhi protokol kesehatan, agar kita, keluarga dan lingkungan sekitar tidak menjadi korban Covid-19,” ajak Ina, Guru PAI MAN 9 Jakarta, menutup wawancara dengan Tim Humas./IN

Related posts