Guru-guru Biologi Madrasah Aliyah DKI Jakarta mengikuti Asesmen Kompetensi Guru (AKG) online, di tengah kondisi TFH (Teach from Home).

Jakarta (Humas MAN 9) — Senin (13/04), sebanyak 71 orang guru Biologi Madrasah Aliyah negeri dan swasta se-DKI Jakarta mengikuti AKG online dari rumah atau tempatnya masing-masing. AKG berlangsung dari pukul 09.00-11.00. Platform yang digunakan adalah Google Form yang diakomodir oleh Tim TASS Kemenag RI. Jumlah soal yang disiapkan sebanyak 50 soal, terdiri dari kompetensi pedagogik dan profesional dari seluruh Kompetensi Dasar (KD) yang ada di Silabus Biologi SMA/MA.

“Guru yang mendaftar sebanyak 74 orang, 3 orang tidak mengikuti karena kendala teknis dan ada yang sedang sakit. Mereka yang tidak mengikuti telah melaporkan,” ujar Jumanto, Kasi Guru Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Hasil AKG tidak akan dibuka umum, tetapi akan disampaikan secara pribadi kepada guru yang bersangkutan. AKG akan menghasilkan pemetaan kompetensi guru yang akan digunakan untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB),” tambahnya sesaat setelah selesai AKG dalam konferensi video Bersama guru-guru Biologi MA DKI Jakarta.

Sebelum AKG dilaksanakan, Kasi Guru, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Pengawas, dan staf Kasi Guru, melakukan sosialisasi di whatssapp grup (WAG) Guru Biologi MA DKI Jakarta. Surat yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, bernomor B-5056/Kw.09.2/4/HM.03/04/2020 bertanggal 7 April 2020 tentang Pelaksanaan AKG, juga telah dikeluarkan dan disampaikan kepada peserta.

“Guru menggunakan NUPTK/Peg. ID/NIK/NIP dalam pengisian form identitas saat ujian. Guru biologi yang mengikuti AKG adalah guru yang telah terdaftar di SIMPATIKA. Jika belum, diharapkan mendaftar,” Dian atau yang akrab disapa Niken, seorang staf Kasi Guru menyampaikan di WAG sebelum AKG dimulai. “Rileks saja saat mengerjakan, kerjakan semaksimal mungkin, jika ada yang tidak bisa dijawab, lompati saja. Karena yang dibutuhkan adah potret kompetensi guru biologi agar bisa dipilih nantinya pelatihan apa yang paling dibutuhkan,” papar Niken lebih lanjut.

Ketua Pokjawas, Supadi, menyampaikan agar guru-guru semangat mengikuti AKG. “Tujuan diadakannya AKG adalah semata-mata untuk pemetaan kompetensi (profil guru) dalam rangkanpelaksanaan PKB, tidak berdampak pada hal-hal yang berkaitan dengan tunjangan atau bentuk pendapatan lainnya,” ungkap Supadi. Lebih jauh lagi Supadi mangatakan, “Dikarenakan tujuan AKG adalah semata-mata untuk memperoleh profil guru, maka diharapkan saat mengerjakan sesuai dengan kemampuan, sehingga dapat dicapai profil guru yang sebenar-benarnya,” imbuhnya.

Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru (PKB) tertulis, dalam merencanakan PKB guru diperlukan Asesmen Guru. Asesmen guru diperlukan untuk mengetahui kompetensi dan kinerja awal guru sebelum melaksanakan PKB. Bentuk asesmen guru terdiri dari Asesmen Kompetensi Guru (AKG) dan Penilaian Kinerja Guru (PKG). Hasil AKG dan PKG diharapkan dapat bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan peningkatan kompetensi dan  kinerja guru sebagai acuan bagi kepala madrasah untuk menetapkan pengembangan karir guru dan perencanaan PKB.

Selesai AKG, pada hari yang sama, jam 11.30-14.30, diadakan konferensi video untuk mengevaluasi pelaksanaan AKG. Pada kesempatan itu, Kasi Guru, Kepala Pokjawas, Pengawas, dan staf Kasi Guru menyampaikan apresiasinya, karena guru-guru biologi MA DKI Jakarta sukses menjalani AKG. Di kesempatan tersebut Niken mengingatkan agar guru-guru yang belum terdaftar dalam SIMPATIKA agar segera mendaftar, sehingga data guru biologi MA DKI Jakarta akan lebih valid./tlsa

Written by 

Related posts