Jakarta (Humas MAN 9), — Peringatan hari Santri di MAN 9 Jakarta diperingati dengan melaksanakan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh civitas akademika. Upacara dilaksanakan pada hari selasa (22/10) di lapangan MAN 9 Jakarta. Siswa putra mengenakan baju koko, berpeci, dan bersarung. Sementara itu, siswa putri mengenakan seragam muslim dengan bawahan rok hitam dan kerudung hitam. Bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan mengenakan baju muslim. Perayaan hari Santri di MAN 9 Jakarta sangat terasa suasana pesantrennya karena busana yang dikenakan oleh para civisitas akademikanya.

         

       

Petugas upacara adalah kelas XII MIPA 3 dengan pembina upacara walikelasnya yaitu   Syaifulloh, S. Ag. Dalam amanat upacara, beliau membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang mengatakan bahwa hari santri diperingati karena merujuk pada “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia adalah tema peringatan hari santri tahun 2019. Santri adalah aset bangsa untuk kemajuan negeri. Kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan para pendahulu yang berasal dari kalangan santri. Hari Santri  diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Oktober sejak ditetapkan pertama kali pada tahun 2015. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada Oktober 2015.

Menurut Harian Kompas edisi 22 Oktober 2015, santri tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu tetapi mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat la ilaha illa Allah. Generasi muda Indonesia adalah santri-santri yang akan menjaga dan menyatukan seluruh bangsa Indonesia./dz

Written by 

Related posts