Agenda tahunan Pensil MAN 9 sukses dengan peserta yang membludak dan semarak dengan kehadiran selebriti dalam kemasan kepanitian sekolah dan Alumni.

  

Jakarta (Humas MAN 9) — Dahsyat! Kata ini layak disematkan pada MAN 9 Jakarta. Pasalnya, sebagai sekolah berbasis Pendidikan Islam, mampu menghelat sebuah acara prestisius dengan menghadirkan sederat selebriti yaitu, Pemain sinteron Ali Zainal, Squad Daulay, Bella Almira dan Ustadz Ahmad Al Habsyi. Dan, diluar dugaan, event bertajuk CIFNINE (Celebration of MAN Nine) “Gemilang Bersama” ini melampaui estimasi jumlah peserta lomba.

Dari 30 undangan yang disebar panitia, peserta malah membludak menjadi 35. Mereka adalah utusan dari sekolah-sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Beberapa lomba yang diadakan adalah CCI (Cerdas Cermat Islam, Da’I, MHQ, Adzan, Kaligrafi dan MTQ. Tak Cuma itu, kepanitiaan gabungan Guru, Siswa dan Alumni ini menghadirkan bakti sosial yaitu, Khitanan Massal, Pemeriksaan Kesehatan garatis dan Bazaar. Pawai siswa/i perwakilan ekskul dan pertunjukan barongsai turut memeriahkan acara. Peserta pawai mengenakan kostum ekskul masing-masing, berjalan mengitari pondok bambu, diiringi dumband dan hadroh. Peserta pawai dari tim Adiwiyata menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan dengan memungut sampah yang ditemui di jalan dan memasukkannya ke dalam plastik sampah besar.

Sepertinya, keberuntungan memang sedang berpihak pada MAN 9 Jakarta. Cuaca Desember dengan curah hujan yang cukup tinggi mendadak cerah pada Sabtu pagi itu. Tak ada angin, tak ada hujan. Pepohonan sepanjang jalan H. Dogol tampak tenang. Suhu udara yang biasa dingin menjadi hangat. Sabda alam ini seakan berkelindan dengan seluruh rangkaian acara yang sudah disusun rapi jauh hari sebelumnya.

 

Lampaui Estimasi

Find ukhuwah raise the spirit of the great generations, kalimat ini menjadi tajuk dari CIFNINE. Spirit menjaga ukhuwah untuk membangun generasi yang lebih baik adalah maksud yang hendak dicapai. Ukhuwah Islam melalui macam lomba, sekaligus ajang menemukan potensi generasi yang dulu tersimpan rapi kemudian mencuat di panggung pentas seni.

Sederhananya, perlombaan ini ajang untuk mengumpulkan orang. Dari sisi peserta, 35 utusan sekolah bertemu di ajang yang sama. Mereka terdiri dari peserta dari masing-masing lomba. Kemudian, Pemenang yang diumumkan adalah mereka yang memiliki potensi, dan mencuat dalam ajang yang resmi dan dihargai atas prestasi.

 

Panitia Bersama

Dari sisi kepanitiaan, agenda tahunan Ekskul Rohis dan OSIS MAN 9 ini menjadi ajang penyatuan hati. Pasalnya, panitia kali ini terdiri dari dewan guru sebagai SC dan Alumni MAN 9 (Ikaman) sebagai OC.

Ditemui di lokasi acara, Syaifullah dari pihak SC menyampaikan, bahwa ini sudah menjadi agenda tahunan Rohis MAN 9 Jakarta. Biasanya, acara dilangsungkan pada awal semester genap yang akan jatuh pada Februari 2019. Namun, kali ini dimajukan dan menjadi rangkaian acara dari Milad MAN 9 Jakarta ke 28 yang berlangsung di dua lokasi dan di tanggal yang berbeda, namun tetap di Bulan Desember, sesuai dengan bulan Ulang Tahun Madrasah.

“CIFNINE adalah pentas seni Islam. Dalam program kegiatan Rohani Islam, Ekskul Rohis. Sebenarnya program ini diadakan awal semester genap,” ujar pria yang juga Pembina Rohis ini.

Ditambahkan Syaiful, kali ini acara sedikit berbeda. Karena Milad akan diperingati dengan keterlibatan para Alumni pada 22 Desember, maka Pensil dimasukkan ke dalam rangkaian acara. Namun, dilaksanakan di tempat terpisah dan tanggal yang berbeda namun tetap dengan kepanitiaan yang sama.

Cerita Syaiful, awalnya acara ini tercetus sejak Rapat Pertama Ikaman. Saat itu H. Yuzi Nurdaud selaku Ketua Ikaman mengusulkan agar Milad diperingati dengan melibatkan Ikaman. Sebab itulah maka siswa yang tergabung di Rohis mencari thema acara yang dapat mewakili maksud dan tujuan sehingga tercipta “CIFNINE (Celebration of MAN Nine) “Gemilang Bersama” dengan sub thema “Find ukhuwah raise the spirit of the great generations”

“Tujuannya agar ramai, maka acara ini digabung. Ada Baksos, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, akhirnya kita sepakat. Kegiatan Pentas Seni Islam yang akan dilakukan di bulan Februari kita majukan menjadi sekarang ini,” jelas alumni IAIN Syarief Hidayatullah ini.

“Maka dibentuklah panitia Pensil. Lalu mereka memberi nama Celebration of MAN Nine,” sambungnya.

 

Pemenang Lomba

Acara yang dibuka dengan Barongsai dan arakan Drum Band sejak pagi ini diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba. Juara satu Lomba CCI (Cerdas Cermat Islam) diraih oleh  MAN 2 Jaktim, juara dua MAN 4 Jaksel dan juara tiga diraih oleh SMAN 91 Jaktim.

Sementara itu, untuk lomba Da’i, juara pertama dimenangkan oleh Jaelani dari SMKN 20 Jakarta. Juara kedua jatuh kepada Kamal Bagus Hutomo dari SMK Cawang 71, dan M. Ibnu Sina utusan Pesantren Al Manar  harus puas di posisi ketiga.

Untuk lomba MHQ, juara satu disabet oleh Ratih Anggraeni utusan MAN 18 Jaktim. Siti Zurriyyah dari SMA N 91 Jaktim harus puas di posisi kedua dan  juara tiga ditempati oleh Syamil Fathan Alatas wakil MAN 2 Jaktim.

Pada Lomba Adzan, M. Fakhrurrozi dari MAN 6 Jaktim memuncaki tangga juara dan Haydar Ali dari MAN 2 Jaktim di tempat kedua. Semetara itu,  M. Zuhri wakil MAN 6 Jaktim meraih posisi ketiga.

Dalam bidang Lomba Kaligrafi, M. Imron Yususf yang merupakan utusan MAN 6 Kampus B mampu menempati posisi pertama disusul oleh Deny Kurniawan (MA El I’tisham) di posisi kedua dan Raga (A El I’tisham) hanya mampu menempati posisi ketiga.

Terakhir, Lomba MTQ, Nurlela Safitri yang mewakili MAN 8 Jaktim meraih juara pertama. Tempat kedua diraih oleh Andy Kristiyono wakil MAN 4 Jaksel. Juara tiga diraih oleh Okky Dwi Cahyani wakil dari MAN 2 Jaktim./sym

Related posts