Sebagai Wakahumas, Tinia melakukan beberapa terobosan untuk saling mengokohkan, simbiosis mutualisme dan menjadi syiar positif bagi derap langkah maju MAN 9 ke depan.

Jakarta (Humas MAN 9) — Rangkaian Milad ke 28 dan Reuni Akbar MAN 9 Jakarta telah usai dan berlangsung sukses dengan ragam cerita yang menarik. Tentu saja rangkaian acara tanggal 15 dan 22 Desember 2018 ini tak lepas dari kerjasama berbagai pihak, terutama MAN 9 Jakarta dan alumni yang tergabung dalam wadah Ikatan Alumni MAN atau Ikaman. Namun, Ikaman ternyata sempat timbul tenggelam dalam perjalanan waktu yang lumayan panjang. Dan, sempat berdiri nama IKANMAS sebelum dikenal Ikaman yang sekarang. Hal ini terungkap dalam obrolan dengan Wakahumas MAN 9 Jakarta, Tinia Leyli Shofia Ahmad, S.Pi., M.Si.

Tinia Leyli Shofia Ahmad, S.Pi., M.Si. atau yang akrab disapa Tinia ini mengungkap sejumlah fakta menarik seputar wadah alumni. Perempuan yang bergabung sebagai salah satu tenaga pendidik di MAN 9 Jakarta sejak 2004 ini mengaku sudah mendengar nama Ikaman sejak awal.

“Sejak saya bergabung menjadi pendidik di MAN 9 tahun 2004 awal, nama IKAMAN sudah terdengar. Terutama saat perpindahan dari MAN 9 KJ Pondok Kopi setelah selesai renovasi total gedung MAN 9 pada tahun 2006”, ujar Tinia.

“Saat itu MAN 9 mengadakan acara launching, yang berisi pentas seni dan aneka lomba antar SMP/MTs se-DKI Jakarta. Banyak alumni mendukung dan membantu terlaksananya kegiatan besar tersebut. Saya dengar nama Ikaman saat itu, namun, setelah itu, Ikaman tidak terdengar lagi”, jelasnya.

“Sampai tahun 2018, angkatan muda alumni MAN 9, dari tahun 2013-2017 mengadakan buka puasa alumni, dengan mengatasnamakan IKANMAS (Ikatan Alumni MAN Sembilan). Saya sempat tergelitik saat panitia mengantar undangan”, ujarnya tertawa mengingat dirinya yang lulusan Fakultas Perikanan di IPB ini sangat familiar dengan nama ikan.

“Saya sampaikan bahwa sebenarnya sudah ada organisasi alumni yang bernama IKAMAN”, kata Tinia.

Sejak itu, Tinia merasa ini harus menjadi PR angkatan senior. Karena adik-adiknya tidak tahu keberadaan Ikaman sampai mereka membuat IKANMAS.

 

Terobosan

Mengingat adanya ketidak sinkronan wadah alumni, Tinia berkesempatan meluruskannya sejak ia diberi amanah sebagai Wakil Kepala Bidang Humas bulan April 2018.

“Pertama yang saya lakukan adalah menggaet guru BK, Ibu Evi, untuk membuat google form yang berisi Jejak Rekam Alumni”, jelasnya.

Kebijakan yang diambil Tinia berjalan mulus dan tambah cepat dengan kehadiran dua alumni MAN sebagai guru di MAN 9 Jakarta. “Bersyukur pula, pada tahun yang sama MAN 9 merekrut dua alumninya untuk menjadi tenaga pendidik di MAN 9, menggantikan guru yang wafat dan pensiun”, sambungnya.

Menurutnya, berawal dari situ mulai tercetus semangat agar Ikaman Reborn. Mulailah gerilya dari angkatan atas sampai terakhit mencari perwakilan angkatan dan terbentuklah kepengurusan Ikaman yang baru. “Mulailah juga alumni datang bersilaturahim ke MAN 9 bertemu Kamadnya, setelah sebelumnya chat dengan Wakahumas”, lanjut perempuan yang hobi menulis ini.

Lalu, dilanjutkan Tinia, tercetus pula rencana untuk mengadakan acara peringatan ulang tahun atau Milad MAN 9, yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

“Pihak sekolah menyambut dengan semangat niatan itu. Dari yang awalnya hanya Milad sederhana yang akan dilaksanakan di sekolah, sampai tercetus keinginan reuni akbar lintas angkatan. Dibentuklah kepanitiaan gabungan antara alumni, guru dan siswa”, bebernya.

Sepanjang pantauannya, ia katakan bahwa acara Milad dan Reuni Akbar sukses dilaksanakan. Namun, ia tak menampik adanya beberapa ganjalan. “Sungguh suatu berkah yang luar biasa. Sinergi yang hidup”, ujar Tinia.

Sebagaimana diketahui, sebagai sekolah berbasis Pendidikan Islam, MAN 9 Jakarta mampu menghelat sebuah acara prestisius pada tanggal 15 Desember 2018 dengan menghadirkan sederat selebriti yaitu, Pemain sinteron Ali Zainal, Squad Daulay, Bella Almira dan Ustadz Ahmad Al Habsyi. Dan, diluar dugaan, event bertajuk CIFNINE (Celebration of MAN Nine) “Gemilang Bersama” ini melampaui estimasi jumlah peserta lomba. Lalu, puncak acara dalam rangkaian peringatan Milad ke 28 ini dilaksanakan pada 22 Desember 2018 di Asrama haji Pondok Gede.

Tinia berharap, semoga hal seperti ini tak menjadi euforia sesaat. Tetapi ini harus menjadi ikatan yang saling mengokohkan. Terjadi simbiosis mutualisme serta menjadi syiar positif dalam derap langkah maju MAN 9 ke depan./sym

Related posts