Jakarta (Humas MAN 9) — Jum’at-Sabtu (31/8-1/9), seluruh pendidik MAN 9 Jakarta, beserta perwakilan pendidik dari KKM 9 mengikuti kegiatan workshop pembelajaran dan pembuatan soal digital berbasis online. Pelatihan dilaksanakan di gedung P2KPTK2 (Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Kejuruan) Jakarta Timur.

“Acara berlangsung dari pukul 08.00-16.00. Jumlah peserta 48 orang pendidik dari MAN 9, dan 8 orang dari Madrasah Aliyah Swasta binaan MAN 9, yaitu Al-Falah, Al-Jauhariyah, Az-Ziyadah, dan Persis 69”, ujar Tinia, wakil bidang humas. “Kami menggandeng Tim Edutech Madrasah sebagai pelatih dalam kegiatan ini”, lanjutnya.

Yessy Anwar dalam sambutannya mengatakan, “Guru abad 21 mengajar generasi abad 21. Ciri pembelajaran abad 21 adalah berpikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikatif, dan kolaboratif”. Tambahnya lagi, “Ciri abad 21, pembelajaran memanfaatkan IT atau biasa disebut e-learning”.

“Target pelatihan 100% mahir”, Tinia, ketua panitia menyampaikan. Oleh karena itu, setelah hasil dari pelatihan disampaikan oleh tim Edutech, akan ada kelanjutan pelatihan di sekolah. “Guru yang sudah mahir memiliki kewajiban membimbing guru yang belum mahir, sehingga ke depannya, pembelajaran IT di semua mata pelajaran dapat berjalan”, tambahnya.

“InsyaAllah saat Penilaian Tengah Semester semua mapel sudah menggunakan CBT MAN 9, bisa dilaksanakan di lab. komputer atau lab. bahasa, maupun menggunakan HP Android”, Catur Yoga, guru TIK yang sekaligus menjadi narasumber memaparkan. “Sistem CBT ini menggunakan intranet, yang saat ini sedang dipersiapkan”, pungkasnya.

Turut menjadi narasumber di hari pertama yaitu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Nur Pawaidudin. “Setiap madrasah harus memiliki brand masing-masing”, ujarnya. Lebih lanjut lagi beliau mengatakan, “Saat ini karena MAN 9 berhasil mengutus perwakilannya ke tingkat KSM nasional selama dua tahun berturut-turut, itu sudah bisa menjadi brand. Ditambah lagi dengan pembelajaran berbasis IT bisa menjadi brand juga untuk MAN 9”.

Kepala P2KPTK2, Budiyanto, juga menjadi narasumber dalam acara ini. “Guru harus dapat memootivasi dan memiliki karakter yang kuat agar dapat ditularkan pada peserta didiknya”, demikian yang disampaikannya. Budiyanto sangat senang bekerjasama dengan MAN 9, dan terbuka jika tempatnya digunakan kembali untuk kegiatan-kegiatan serupa.

“Semoga dengan ikhtiar memberi pelatihan-pelatihan kepada guru, motto Madrasah Hebat, Madrasah Bermartabat, dapat lebih cepat terwujud”, demikian harapan Salahudin El Fitri, wakil bidang kurikulum yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan./tlsa

Related posts