Jakarta (Humas MAN 9) — Sebanyak 26 guru biologi Madrasah Aliyah DKI Jakarta mengikuti kegiatan Pendalaman Materi Sehari di Departemen Biologi FMIPA IPB, Selasa (28/8/2018). “Di antara 26 peserta tersebut, 1 orang adalah guru MTs dan 1 orang guru SMA Lazuardi Depok ikut bergabung, selebihnya guru biologi MAN dan MAS”, jelas Sri Suripti, wakil ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Biologi MA Jakarta.

“Guru-guru MGMP Biologi MA Jakarta meminta pendalaman materi mengenai Klasifikasi Filogeni, Sistem Imun, dan Genetika”, papar Miftahudin, ketua Departemen Biologi FMIPA IPB dalam sambutannya. “Narasumber klasifikasi filogeni yaitu Dr. Tatiek Chikmawati, sistem imun diampu oleh Dr. Berry Juliandi, dan Prof. Suharsono mengupas tentang Genetika”, lanjut Miftahudin.

Dalam obrolan ringan saat istirahat, Berry, sekretaris Departemen Biologi, yang juga narasumber menyampaikan, “IPB akan sangat senang bekerjasama dengan MGMP sebagai salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat, tetapi harus diprogram jauh-jauh hari, sehingga bisa masuk ke dalam program tahun berikutnya dan sumber dana dapat dari IPB”.

Kegiatan memang tidak lepas dari dana. Bendahara MGMP, Tinia,  menyampaikan bahwa sebagian dana kegiatan pendalaman materi mendapat subsidi dari kas MGMP. Sumber kas MGMP selain infaq rutin anggota, juga hasil kerjasama dengan penerbit, juga sumber-sumber lain.

“Kegiatan ini terinisiasi dari permintaan guru-guru biologi yang menginginkan wawasan dan keilmuannya bertambah, dan berharap dapat lebih kompeten serta profesional lagi dalam mengajar”, ketua MGMP, papar Zubaidah Ali, ketua MGMP. “Ilmu juga terus berkembang, dengan adanya pendalaman materi ini guru-guru juga mendapat masukan tentang perkembangan biologi, sehingga perbedaan konsep dapat dihindari”, lanjutnya.

“Insya Allah di bulan September 2018, MGMP Biologi akan berkolaborasi dengan MGMP lain, khususnya Soiologi yang sudah mengajukan, untuk menjalankan program kerjanya”, Tinia mengungkapkan. “Semoga peran MGMP dalam mengembangkan profesionalisme guru, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, melakukan kegiatan inovatif terhadap pengembangan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan pendidikan bermutu bagi masyarakat dapat lebih dioptimalkan”, harap Tinia./tlsa

 

Related posts