Jakarta (Humas MAN 9) — Rabu (9/8), Pembina UKS, Maryam AL, sosialisasikan program UKS di depan seluruh peserta didik MAN 9. “Program yang disosialisasikan merupakan tindak lanjut dari pertemuan guru Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) pada hari Rabu (2/8) sebelumnya di Puskemas Duren Sawit”, ujar Maryam.

Program UKS/M tertuang dalam Pergub DKI Jakarta No. 8 tahun 2018 tentang UKS/M dan tentang kesehatan anak sekolah, juga dalam Ingub DKI Jakarta No. 47 tahun 2016 tentang pelaksanaan screening kesehatan, TTD (Tablet Tambah Darah), kecacingan, imunisasi, dan lain-lain.

Lebih lanjut lagi Maryam menyampaikan, “UKS bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis, dan jenjang pendidikan”.

Maryam mengutip apa yang disampaikan narasumber dalam pertemua di Puskesmas Duren Sawit,

“TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (PLS sehat). Pendidikan kesehatan di sekolah dalam mata pelajaran atau ekskul, di antaranya PMR, PIKR, UKS, Biologi, Penjasorkes, dan Adiwiyata. Pelayanan kesehatan dengan disiapkannya ruangan UKS, bekerja sama dengan pihak Puskesmas terdekat, penyediaan toilet yang bersih, adanya kanting dan koperasi yang bersih. PLS sehat dengan pembiasaan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), penggalakkan kegiatan Adiwiyata, penyediaan atau sosialisasi pemilahan sampah, lomba 7 K.”

Maryam juga menyampaikan, “Tujuan UKS adalah meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik, meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dengan menciptakan lingkungan sehat, membantu pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis pada peserta didik, membentuk manusia Indonesia seutuhnya”.

“Sasaran UKS adalah seluruh sivitas dan masyarakat sekolah. Pelaksananya yaitu guru, duta sekolah, guru UKS, guru BK”, ujarnya menutup percapakan dengan tim humas MAN 9.

“Tindak lanjut hasil pertemuan dengan guru UKS/M adalah dengan pembuatan buku Rapor Kesehatanku”, ujar Yessy Anwar Kepala MAN 9 mendukung pembina UKS. Yessy melengkapi, “Dengan mengetahui kondisi kesehatan peserta didik, mengukur dan mengevaluasi secara rutin, kita mencegah kualitas gizi kurang. Jika semua sehat, tentu prestasi akan lebih mudah diraih./mal/tlsa

 

Related posts