Jakarta (Humas MAN 9) — April tanggal14-15 & 22 tahun 2018, PRAMANSEL menjalankan kegiatan “Pelantikan Laksana” lhoo guys…. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kakak-kakak kelas 11 yang tentunya sudah Bantara. Ada 19 anak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelantikan Laksana ini, mulai dari kelas XI-MIPA 1 sampai kelas XI-IIK yang mewakili kegiatan ini. Ohh iya sebelumnya kami juga mengundang kakak-kakak perwakilan dari Alumni PRAMANSEl. Ada Kak Aubery, Mas Ramzy, Kak Farhan, dan juga Kakak Alumni yang lainnya. Oh iya kita juga minta bantuan Kakak-Kakak dari  Saka Bhayangkara nihh… Seperti Kak Rafly, Kak Heru, Kak Lucky, Kak Raihan Cool dan kakak yang lainnya serta kami juga mengundang kakak-kakak dari DKR Duren sawit juga. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya ya kak atas bantuan kakak- kakak sekalian yang turut hadir dalam membantu kegiatan Pelantikan Laksana. Serta tak lupa kami berterima kasih juga kepada Pembina Pramansel yaitu Kak Sunarya dan Kak Endang serta Kakak pelatih kebanggaan kami Bang Yansar. Bantuan kakak-kakak sekalian sangat berarti buat kami eakkkkk…

Sebelumnya kami ingin memberitahu pada kalian semua bahwa tantangan kami yang paling sulit ialah berjalan Kaki Dari daerah Ciketing (Bekasi Timur) lalu menuju ke Jati Asih dan menuju ke MAN 9 Jakarta tercinta demi Mendapatkan Wing Tapak Merah dan mendapatkan TKU LAKSANA. Wushh….. butuh kesabaran dan tenaga ekstra untuk menghadapinya.

Sabtu, 14 April 2018, Pukul 03.00 sore kami berkumpul di kediaman Kak Tokel yang berada di daerah ciketing, Bekasi Timur.kami disuguhi makanan yang sangat nikmat dan berarti bagi kami, yaitu makanan jengkol yang sudah di campur aduk dengan bahan campuran yang tentunya membuat kami merasa mau mual. Kata Kak Tokel, makanan ini ada artinya dan selama di perjalanan kalian para calon laksana harus memikirkan apa makna dari makanan jengkol tersebut! Oh iya kami makan jengkolnya dengan kondisi mata tertutup loh.. Bisa bayangin gak tuh….

Pada pukul 04.00 sore, kami dari Rumah Kak Tokel langsung berangkat berjalan Kaki Menuju Rumah Kak Audri yang berada di Daerah Jati Asih. Perkiraan kami berjalan sekitar 9 km. Kami berjalan dengan rasa bahagia karena menurut kami ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Jarak demi jarak yang kami lewati, waktu demi waktu yang kami lewati, sangat terasa bahwa tenaga kami berkurang , kaki kami menjadi loyo dan kondisi mata yang mengantuk, setelah 6 jam kami berjalan akhirnya pada pukul 10.00 sampailah kami di rumah Kak Audri. Alhamdulillah kami bias beristirahat sejenak sambil Kak Audri memberikan Materi tentang Struktur kepengurusan Kepramukaan Indonesia.

Pada Pukul 10.30, Kak Rafly dan Kak Heru selaku pengawas Bayangan memerintahkan kami untuk melanjutkan perjalanan menuju MAN 9 Jakarta. Tentunya ini adalah tantangan yang paling sulit karena tenaga kami yang sudah terkuras dan ditambah lagi perjalanan yang sangat jauh. Bayangkan saja kami berjalan kaki dari Jati Asih menuju MAN 9 sekitar 19,3 km lohh. Kami berjuang sepenuh tenaga, keringat bercucuran, kaki terasa makin pegal, beban terasa makin berat, rasanya kami ingin menyerah saja tetapi demi Laksana kami bertekad untuk tidak menyerah.

Pada saat kami berjalan di malam hari kami berpikir bahwa orang lain sudah tidur di Kasur yang empuk, nongkrong sambilng opi, sedangkan kami harus berjalan terus-menerus sampai tujuan. Tak terasa kami sudah sampai di daerah Jatibening. Kami sudah sangat kelelahan, kaki rasanya seperti ingin patah, punggung pegalnya bukan main. Jadi agar kami cepat sampai dan menghemat tenaga kami setiap 1 km berisitirahat tapi tetep aja capeknya bukan main hehehe…

Hfft..lelahnya perjalanan membuat kami lapar dan haus, perbekalan kami pun sudah hamper habis tetapi Alhamdulillah teman kami yang melihat kami sedang jalan lemah terluka meberikan bantuan kepada kami berupa makanan dan minuman. Kami sangat bersyukur dan rasa semangat kami pun muncul kembali.

Kami berjalan dengan sekuat tenaga, berjalan dengan terengah-engah dan pada pukul 00.30 tengah malam akhirnya kami sampai juga di MAN 9 tercinta, huhuhu….

Kami di sambut oleh kaka-kaka Alumni PRAMANSEL Ada Kak Aubery, Mas Ramzy, Kak Farhan, dan juga Kakak Alumni yang lainnya. Kami pun langsung tepar berjamaah. Kami pun akhirnya ada waktu buat beristirahat juga. Sekitar Jam 01.00 kami pun diberikan materi oleh kaka hits pemangku adat kami yaitu Kaka Aubrey tentang definisi Laksana. Pada Jam 02.00 kami akhirnya bias tidur nyenyak di sekolah tersayang…

Minggu pagi, 15 April 2018 kami terbagun dari tidur kami yang sangat berharga. Kami pun mandi dan makan bersama. Lalu bang Yansar memperintahkan kita untuk berkumpul di lapangan. Bagaimana kami mau berkumpul, berdiri saja kami sulit rasanya sepeti balita yang baru pertama kali belajar berdiri. Kami di berikan arahan oleh bang   Yansar dan tugas mulia yaitu menulis surat untuk orang tua kami, membakar catatan sifat buruk kami dan menyimpan catatan sifat baik kami yang sudah kami tulis sebelumnya. Kami pun setelah membuat surat dan catatan akhirnya bias pulang ke rumah dan mempersiapkan diri untuk prosesi penyematan Laksana pada Minggu, 22 April 2018 yang sangat kami tunggu.

Oke, Minggu, 22 April 2018 adalah dimana hari yang special buat kami karena kami akan melakukan Prosesi Penyematan TKU laksana yang sudah kami tunggu-tunggu.orangtua kami pun turut hadir dalam prosesi ini. Kami pun memulai upacara pelantikan Laksana.  Dalam upacara ini dihadiri oleh orang tua kami, kakak dari saka bayangkhara yaitu kak Raihan Cool, Alumni PRAMANSEL kak Aubrey, dan juga dari Anggota DKR yaitu kak Dimas. Kami yang berdiri bangga di depan orang tua kami, lalu kami sungkeman serta membacakan surat yang kami buat sebelumnya kepada kedua orang tua kami dan meminta doa restu agar kami bias menjadi yang lebih baik lagi setelah kami dilantik menjadi seorang laksana.

Setelah itu kami melakukan prosesi minum air kelapa dan membasuh muka dengan air  sebagai symbol kesolidaritasan dan kebersamaan kami. Selanjutnya kami bersama-sama mengucapkan janji TRI SATYA sambil memegang sang bendera merah putih untuk membuktikan janji kami dalam mengemban amanat Laksana….!!!

Kami meminta orang tua kami untuk memasangkan TKU Laksana sembari mendengarkan catatan kecil dari ibunda yang membuat kami terharu bahkan ada yang sampai menangis. Ohhh ini adalah pelantikan yang berkesan buat kami karena bukan kakak Pembina atau pelatih yang menyematkan, tetapi ialah orang paling berjasa dalam hidup ini, yaitu orang tua kami sendiri lhooo.

Setelah upacara selesai kami pun dipasangkan Wing tapak merah oleh Kak Dimas dan Bang Yansar sebagai bukti saksi perjuangan kami  dalam melakukan perjalanan suci hahaha…

Akhirnya sudah selesailah prosesi pelantikan Laksana, kami merayakan kenaikan pangkat kami yang tadinya Bantara menjadi Laksana dengan bermain siram-siraman sebagai rasa senang dan bangga kami…   huhuhuhu…

Ini adalah pelantikan yang tidak akan kami lupakan. Kami ingin membuktikan bahwa PRAMANSEL mencetak penegak Laksana yang bermutu, cerdas, dan bermoral. Pramansel masih ingin berjuang. Insyaa Allah, Kami bias mengemban dan menjalankan amanah dari Laksana itu sendiri!!! SATYA!!! (Muhammad Aulia Rahman)

Written by 

Related posts