Jakarta (Humas MAN 9) – Jum’at, 21 April 2017  bertempat di Lapangan Upacara MAN 9, Pondok Bambu, Jakarta Timur, dilangsungkan kegiatan Apel Peringatan Hari Kartini. Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan rutin membaca surat Yasin setiap Jumat pagi. Apel yang diikuti seluruh siswa-siswi kelas X dan XI MAN 9,  tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan karyawan MAN 9 ini berbeda dengan apel-apel sebelumnya. Warna-warni cerah terlihat dari dresscode yang digunakan oleh peserta upacara.

Seluruh peserta apel menggunakan kostum kebaya untuk peserta didik putri maupun ibu-ibu pendidik dan tenaga kependidikan dan kostum sadariyah dikenakan oleh peserta didik laki-laki dan bapak-bapak pendidik dan tenaga kependidikan. Seluruh petugas apel kali ini adalah peserta didik putri, mulai pembawa acara, pemimpin barisan, komandan apel, bahkan pembina apelnya pun seorang perempuan, Ibu Dra. Yessy Anwar, Kepala MAN 9 Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 9 mengungkapkan bahwa rentang waktu satu abad lebih sejak lahirnya Kartini hingga saat ini kita dapat berkumpul pada apel saat ini merupakan bukti bahwa jasa Kartini tidak akan terlupa. Berkat perjuangan Kartini, perempuan saat ini bisa sejajar kedudukannya dengan kaum laki-laki. Sudah banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis, pemimpin negara, menteri, dirjen, kepala sekolah, dan lain-lain. Emansipasi perempuan yang kita rasakan ini merupakan hasil perjuangan Kartini di masa lalu.

Ditambahkannya lagi, bahwa perempuan harus berpendidikan tinggi bukan untuk mencari nafkah. Berpendidikan tinggi bagi perempuan adalah sesuai dengan falsafah bahwa pendidikan pertama dan utama berasal dari rumah. Untuk itu perempuan harus memiliki ilmu yang tinggi untuk mendidik putra-putri yang kelak menjadi penerus perjuangan bangsa di masa mendatang. “Perempuan adalah pilar bangsa.” Demikian imbuhnya. Pilar adalah tiang, ibarat sebuah bangunan, tiang atau pondasi harus kuat, demikian pula dengan perempuan Indonesia, tidak boleh lemah, harus kuat dengan bekal ilmu dan pendidikan yang tinggi, perempuan Indonesia harus sejajar dengan perempuan bangsa-bangsa lain di dunia agar bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya.

Diharapkan oleh Ibu Yessy bahwa peserta didik putri harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak hanya puas dengan mengantongi ijazah MAN. “Kalian harus berkompetisi dengan kaum lelaki, terbukti siswa berprestasi di tiap jenjang pendidikan, prestasi peserta didik selalu didominasi oleh perempuan. Ini bukti bahwa perempuan memiliki kemampuan inetelektual dan akademik yang setara dengan laki-laki.” Satu bukti bahwa perjuangan Kartini membuat kaum perempuan sejajar dengan kaum laki-laki adalah di MAN 9 dipimpin oleh seorang wanita, Dra. Yessi Anwar. Maju terus madrasahku, kobarkan semangat Kartini. Lahirkan Kartini-Kartini masa depan lewat madrasah yang berintegritas, madrasah yang lebih baik, lebih baik madrasah. (rDha)

Related posts

Leave a Comment