Jakarta (Humas MAN 9) — Ibadah qurban Allah perintahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. dan dilanjutkan kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap kali kita merayakan Idul Adha, kita akan kembali diingatkan kepada kisah Nabi Ibrahim a.s. Walaupun keimanan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah SWT. tidak perlu disangsikan, namun ternyata beliau pun mendapatkan ujian loyalitas dari Allah untuk mengurbankan puteranya, Nabi Ismail a.s.

‘Ibrah yang dapat kita petik dan harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dari ibadah qurban yaitu merespon dengan sigap dan segera perintah dari Allah. ‘Ibrah selanjutnya yaitu pola dan metode pendidikan yang diterapkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail adalah pola dan metode yang demokratis dan persuasif. ‘Ibrah ketiga yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada kesetiaan dan kualitas keimanan Nabi Ibrahim, maka umat Islam dianjurkan untuk menapaktilasi ajaran qurban dengan menyembelih hewan qurban. Esensi dari ibadah qurban yaitu pengabdian. Selain itu, pada hakikatnya perintah Allah untuk menyembelih putera Nabi Ibrahim dan menyembelih binatang ternak kepada umat Nabi Muhammad adalah perintah untuk menyembelih kecintaan kepada dunia, karena anak dan harta adalah simbol kemewahan kehidupan dunia. Ibadah qurban juga memiliki dimensi sosial, membentuk kepekaan dan empati kepada orang yang tidak mampu. Diharapkan semangat berbagi kasih dan perhatian dari ibadah qurban ini hendaknya bertahan sepanjang tahun. (Sumber: naskah khutbah Idul Adha 1438 H, Bapak Arif Rahmat Akbar, S.Sos, guru MAN 9 Jakarta).

MAN 9 Jakarta, pada hari Senin 4 September 2017, mencoba mengiplementasikan spirit qurban dengan mengajak seluruh warganya melakukan pembelajaran qurban. Kegiatan pembelajaran langsung, dilakukan di lapangan MAN 9 Jakarta. Seluruh warga MAN 9 beserta siswa menyaksikan penyembelihan, baik di lapangan maupun dari lantai 2 dan 3. Dari penggalangan dana, berhasil dibelikan 3 ekor sapi. Dan ada tiga ekor kambing qurban titipsn dari orangtua siswa.

Sebelum acara penyembelihan, dilakukan apel dengan pembina Kepala MAN 9 Jakarta, Drs. Yessy Anwar. Ketua panitia, Bapak Drs. Amri, MM, dalam laporannya menyampaikan, bahwa dari hewan-hewan tersebut, akan dijadikan 400 paket daging dan didistribusikan tidak hanya kepada warga MAN 9, tetapi juga untuk warga sekitar. Warga MAN yaitu siswa, guru dan karyawan, petugas koperasi dan kantin. Sedangkan warga sekitar yaitu penduduk, termasuk petugas kepolisian yang turut mengamankan pelaksanaan kegiatan ini.

Prosesi penyembelihan diiringi takbir, tahmid dan tahlil yang dikumandangkan oleh siswa dan guru secara bergantian. Setelah hewan qurban disembelih, panitia OSIS dan ROHIS 9 beserta panitia guru, dengan sigap menguliti, memotong-motong, dan menimbang hewan sembelihan tersebut. Selanjutnya bagian pembungkusan siap untuk membungkus dalam plastik. Semua prosesi kegiatan pembelajaran qurban dilaksanakan di lapangan MAN 9. Selesai rangkaian penyembelihan dan pembukusan daging, panitia bergotong royong membersihkan lapangan dan alat-alat yang digunakan untuk kegiatan. Sampai acara selesai, semua panitia tetap terlihat bersemangat dan bergembira.

Sebanyak 400 paket hasil penyembelihan hewan, didistribusikan kepada yang berhak pada pukul 12.30-14.00 WIB. Panitia telah membagikan kupon berwarna hijau untuk warga luar sekolah, dan kupon berwarna kuning untuk warga MAN 9. Panitia juga menyiapkan daging cadangan, sekiranya ada warga yang belum kebagian kupon, tetapi berhak untuk memperoleh daging. Setelah selesai semua prosesi, panitia melepas lelah dengan kegiatan santap siang bersama.

Semoga dengan kegiatan pembelajaran ini, seluruh warga MAN 9 Jakarta dapat mengambil ‘ibrah dan menangkap apa sesungguhnya esensi dari pelaksanaan implementasi qurban di madrasahnya. Dan terus memiliki semangat berbagi dengan sesama.  (TLSA)

Related posts