Jakarta (Humas MAN 9) — Kamis, 22 Februari 2018, MAN 9 Jakarta kedatangan tamu, tim dari PT. Coca Cola. Tim Coca Cola melakukan Aktivasi Program Sampah. Acara ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan AKABIS (Akademi Bijak Sampah) yang dilaksanakan di TPST Bantar Gebang yang telah diikuti oleh perwakilan guru, Ibu Tinia Leyli Shofia Ahmad, S.Pi, M.Si, dan siswa MAN 9 -Farhan Mubarok dan Siti Zulaikho- pada tanggal 14 November 2017. Jika kegiatan AKABIS merupakan kerjasama antara Waste4Change dan PT. Coca Cola, maka kali ini Tim Coca Cola yang terjun langsung ke sekolah. Tujuan tim datang terutama untuk menyebarkan berita kepada siswa sekolah dan masyarakat umum bahwa Coca-Cola Indonesia saat ini sedang mengerjakan Waste Movement, sebagai bentuk edukasi lingkungan.

Kegiatan dimulai saat istirahat pertama, pukul 09.40. Seluruh siswa berkumpul di lapangan. Kepala MAN 9 Jakarta, Dra. Yessy Anwar, memberikan sambutan sekaligus penjelasan singkat mengenai sampah. Ibu Yessy menyambut baik kedatangan tim karena sangat bermanfaat untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan. Beliau juga berharap selesai mengikuti kegiatan, siswa MAN 9 akan lebih peduli terhadap sampah. Selepas sambutan dari tim Coca Cola, acara games dimulai. Acara berakhir menjelang pukul 12.00 WIB.

Kegiatan yang digelar di MAN 9 sangat seru dan menarik. Pembelajaran mengenai pemilahan jenis-jenis sampai dilakukan melalui games. Ada tiga jenis permainan yang disajikan. Setiap akan mengikuti permainan, siswa diharuskan mendaftar dan mengantre. Antrean yang terbentuk cukup panjang. Keceriaan saat terasa di lapangan sekolah, terutama karena MC dari tim Coca Cola sangat interaktif dan gaul.

 

Permainan yang disajikan yaitu pertama, WASTE HOLES. Terdapat beberapa lubang yang di atasnya tertulis jenis sampah tertentu. Siswa diminta memasukkan sampah yang disediakan ke dalam lubang yang sesuai dengan jenis sampahnya. Waktu yang diberikan 10 detik untuk menaruh sampah di lubang yang tepat. Jenis sampah yang disediakan yaitu: sampah organik, sampah plastik, B3, residu, dan kertas. Permainan kedua yaitu  WASTE OF FORTUNE. Peserta melempar panah ke salah satu bagian yang diinginkan menjadi tema pertanyaa, kemudian menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim. Contoh pertanyaan yang diberikan, “Berapa lama sampah plastik bisa terurai di laut?”

Permainan ketiga PET FOOSBALL. Permainan dengan kelompok 4 orang, 2 orang per tim. Setiap tim mengambil posisi berhadapan berusaha menyenggol bola dengan botol yang dapat digerakkan agar masuk ke dalam lubang lawan. Setiap permainan jika tepat atau menang, siswa akan mendapatkan souvenir, jika ada jawaban yang salah atau kalah, siswa mendapatkan minuman produk Coca Cola.

Antusiasme dan kegembiraan siswa sangat terlihat dan terasa saat mengikuti kegiatan ini. Apalagi saat mereka mendapatkan hadiah. Guru-guru turut terlihat menyemangati siswa/i. Tim Adiwiyata juga turut serta dalam permainan. Sekiranya tidak di-stop karena hadiah yang disiapkan nyaris habis, bisa jadi peserta masih terus bertambah. Tim Cola Cola menyatakan apresiasinya, karena acara yang baru pertama diadakan di sekolah ini, dapat dikatakan sukses. Kegiatan pertama di sekolah ini juga dapat menjadi evaluasi demi perbaikan untuk terjun ke sekolah lainnya.

Pembina Adiwiyata, Ibu Tinia sebagai narahubung kegiatan ini, berharap kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait edukasi terhadap siswa dapat lebih instens dilakukan ke depannya. Selain menambah wawasan siswa dan guru, juga menjadi syiar aktifnya madrasah di berbagai bidang. Secara khusus, Ibu Tinia juga berharap, kerjasama dengan lembaga yang peduli lingkungan lebih erat terjalin, sehingga salah satu misi MAN 9, yaitu mengembangkan sikap dan perilaku ramah lingkungan serta cinta lingkungan, dapat telaksana. (TLSA)

Written by 

Related posts